‹
MN 6

Ākaṅkheyyasutta

Khotbah tentang Apa yang Seseorang Mungkin Inginkan

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 6

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Ākaṅkheyya Sutta menjelaskan bahwa berbagai keinginan baik seorang bhikkhu dapat tercapai, asalkan sila dijaga sempurna dan batin dilatih dengan tekun.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan bahwa keinginan bhikkhu dapat tercapai melalui kesempurnaan sila dan latihan batin.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan ajaran ini kepada para bhikkhu.

KONSEP

Kesempurnaan sila sebagai landasan

Segala keinginan baik seorang bhikkhu akan tercapai bila ia menyempurnakan sila serta tekun melatih batin dan kebijaksanaan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha berbicara kepada para bhikkhu tentang berbagai cita-cita yang mungkin mereka miliki: ingin disukai oleh rekan-rekan, memperoleh kebutuhan hidup, mampu menanggung kesulitan, mengatasi rasa takut, mencapai jhāna, memperoleh kemampuan batin, hingga merealisasikan pembebasan. Pada setiap keinginan itu jawabannya kembali ke fondasi yang sama: menyempurnakan sila, mengembangkan ketenangan batin, tidak mengabaikan meditasi, menumbuhkan pandangan terang, dan menghargai tempat-tempat sunyi. Sutta ini bergerak seperti daftar tujuan latihan yang semuanya dikembalikan kepada kualitas hidup seorang praktisi.

mn6:16.1 Para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menginginkan: ‘Semoga aku dapat memahami pikiran makhluk-makhluk lain dan orang-orang lain, setelah meliputnya dengan pikiranku—

mn6:16.2 Pikiran yang bernafsu, aku akan memahami sebagai ‘pikiran yang bernafsu’,

mn6:16.3 dan pikiran yang tanpa nafsu, aku akan memahami sebagai ‘pikiran yang tanpa nafsu’;

mn6:16.4 pikiran dengan kebencian sebagai “pikiran dengan kebencian”,

mn6:16.5 dan pikiran tanpa kebencian sebagai “pikiran tanpa kebencian”;

mn6:16.6 pikiran dengan delusi sebagai “pikiran dengan delusi”,

mn6:16.7 dan pikiran tanpa delusi sebagai “pikiran tanpa delusi”;

mn6:16.8 pikiran yang menyempit sebagai “pikiran yang menyempit”,

mn6:16.9 pikiran yang kacau, ia mengetahui sebagai “pikiran yang kacau”;

mn6:16.10 pikiran yang luas, ia mengetahui sebagai “pikiran yang luas”,

mn6:16.11 dan pikiran yang tidak luas, ia mengetahui sebagai “pikiran yang tidak luas”;

mn6:16.12 pikiran yang tidak tertandingi, ia mengetahui sebagai “pikiran yang tidak tertandingi”,

mn6:16.13 dan pikiran yang tertandingi, ia mengetahui sebagai “pikiran yang tertandingi”;

mn6:16.14 pikiran yang tenang dalam samādhi sebagai “pikiran yang tenang dalam samādhi”,

mn6:16.15 dan pikiran yang tidak tenang dalam samādhi sebagai “pikiran yang tidak tenang dalam samādhi”;

mn6:16.16 pikiran yang terbebaskan sebagai “pikiran yang terbebaskan”,

mn6:16.17 dan pikiran yang belum terbebaskan sebagai “pikiran yang belum terbebaskan”.’

mn6:16.18 Demikianlah hendaknya ia menyempurnakan sila-silanya … memperbanyak tempat-tempat sunyi.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.