‹
MN 68

Naḷakapānasutta

Naḷakapānasutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 68

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Sejumlah pemuda terpandang, termasuk Anuruddha dan kawan-kawannya, meninggalkan kehidupan duniawi demi mengikuti Buddha, yang lalu bertanya tentang kemajuan batin mereka. Inilah Naḷakapāna Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang bertanya tentang kemajuan batin Anuruddha dan kawan-kawannya.

TOKOH

Anuruddha dan kawan-kawan

Sejumlah pemuda terpandang yang meninggalkan kehidupan duniawi demi mengikuti Buddha, ditanya tentang kemajuan batin mereka.

TEMPAT

Naḷakapāna (Hutan Flame-of-the-Forest)

Hutan pohon flame-of-the-forest di negeri Kosala, tempat Buddha bertemu Anuruddha dan kawan-kawannya.

KONSEP

Mengapa pencapaian siswa diungkapkan

Buddha menjelaskan bahwa mengungkapkan pencapaian batin para siswa bukan untuk memuji, melainkan untuk menginspirasi keyakinan dan semangat berlatih bagi yang mendengarnya.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha tinggal di Nādikā dan menjelaskan mengapa beliau menyatakan tempat kelahiran kembali para murid yang telah meninggal. Ānanda dapat menggunakan keterangan itu untuk membangkitkan keyakinan, tetapi Buddha menunjukkan cara yang lebih langsung: seorang murid mulia dapat memeriksa dirinya sendiri melalui sebuah 'cermin Dhamma'. Ia melihat apakah dirinya memiliki keyakinan yang kokoh kepada Buddha, Dhamma dan Saṅgha serta sila yang dicintai para mulia. Dengan kualitas-kualitas itu seseorang dapat mengetahui sendiri bahwa ia telah memasuki arus, tidak lagi menuju alam sengsara, dan pasti menuju pencerahan. Pengetahuan tentang nasib orang yang meninggal dengan demikian diarahkan kembali menjadi alat untuk memeriksa latihan diri sendiri.

mn68:5.2 Etaṁ kho, anuruddhā, tumhākaṁ patirūpaṁ kulaputtānaṁ saddhā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitānaṁ yaṁ tumhe abhirameyyātha brahmacariye.

mn68:5.3 Yena tumhe, anuruddhā, bhadrena yobbanena samannāgatā paṭhamena vayasā susukāḷakesā kāme paribhuñjeyyātha tena tumhe, anuruddhā, bhadrenapi yobbanena samannāgatā paṭhamena vayasā susukāḷakesā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā.

mn68:5.4 Te ca kho pana tumhe, anuruddhā, neva rājābhinītā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā, na corābhinītā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā, na iṇaṭṭā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā, na bhayaṭṭā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā, nājīvikāpakatā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā.

mn68:5.5 Api ca khomhi otiṇṇo jātiyā jarāya maraṇena sokehi paridevehi dukkhehi domanassehi upāyāsehi, dukkhotiṇṇo dukkhapareto;

mn68:5.6 appeva nāma imassa kevalassa dukkhakkhandhassa antakiriyā paññāyethāti—

mn68:5.7 nanu tumhe, anuruddhā, evaṁ saddhā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā”ti?

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.