
Buddha
Guru yang awalnya menyuruh pergi lima ratus bhikkhu yang ribut, lalu menerima mereka kembali.
Khotbah di Cātumā
Kedatangan lima ratus bhikkhu yang ribut sempat membuat Buddha menyuruh mereka pergi. Setelah dibujuk Brahmā Sahampati, Buddha menerima mereka kembali dan mengajarkan empat bahaya di air. Inilah Cātuma Sutta.

Guru yang awalnya menyuruh pergi lima ratus bhikkhu yang ribut, lalu menerima mereka kembali.

Salah satu pemimpin rombongan lima ratus bhikkhu yang tiba di Cātumā bersama Moggallāna.
Hutan pohon mirobalan di Cātumā, tempat lima ratus bhikkhu tiba dan sempat membuat keributan.
Seperti bahaya ombak, buaya, pusaran air, dan ikan hiu bagi yang menyeberang air, seorang bhikkhu baru menghadapi bahaya kemarahan, kerakusan, kenikmatan indria, dan daya tarik lawan jenis.
Buddha sedang mengajar di Cātumā ketika sekelompok besar bhikkhu muda yang datang bersama Sāriputta dan Mahāmoggallāna menimbulkan keributan saat mengatur tempat tinggal dan perlengkapan. Buddha menyuruh mereka pergi. Para Sakya setempat kemudian memohon agar Sang Guru memberi kesempatan lagi kepada para bhikkhu muda itu, dan Brahmā Sahampati turut menyampaikan permohonan. Setelah mereka diterima kembali, Buddha berbicara tentang empat bahaya yang dihadapi orang yang meninggalkan kehidupan rumah tangga, seperti bahaya bagi orang yang masuk ke air: gelombang, buaya, pusaran dan ikan ganas. Masing-masing menggambarkan kemarahan terhadap aturan, kerakusan makanan, kerinduan pada kehidupan duniawi dan godaan indria.
mn67:18.1 And what, mendicants, is the danger of whirlpools?
mn67:18.2 It’s when a gentleman has gone forth out of faith from the lay life to homelessness, thinking:
mn67:18.3 ‘I’m swamped by rebirth, old age, and death; by sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress. I’m swamped by suffering, mired in suffering.
mn67:18.4 Hopefully I can make an end to this entire mass of suffering.’
mn67:18.5 When they’ve gone forth, they robe up in the morning and, taking their bowl and robe, enter a village or town for alms without guarding body, speech, and mind, without establishing mindfulness, and without restraining the sense faculties.
mn67:18.6 There they see a householder or their child amusing themselves, supplied and provided with the five kinds of sensual stimulation.
mn67:18.7 They think:
mn67:18.8 ‘Formerly, as laypeople, we amused ourselves, supplied and provided with the five kinds of sensual stimulation.
mn67:18.9 And it’s true that my family is wealthy.
mn67:18.10 I can both enjoy my wealth and make merit.’
mn67:18.11 They resign the training and return to a lesser life.
mn67:18.12 This is called one who resigns the training and returns to a lesser life for fear of the danger of whirlpools.
mn67:18.13 ‘Danger of whirlpools’ is a term for the five kinds of sensual stimulation.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.