
Buddha
Guru yang menerima pengakuan Bhaddāli dan menjelaskan pentingnya kepercayaan penuh terhadap latihan.
Khotbah kepada Bhaddāli
Bhikkhu Bhaddāli menolak aturan makan sekali sehari yang ditetapkan Buddha, lalu menyesalinya dan mengaku salah. Inilah Bhaddāli Sutta.

Guru yang menerima pengakuan Bhaddāli dan menjelaskan pentingnya kepercayaan penuh terhadap latihan.
Bhikkhu yang menolak aturan makan sekali sehari, lalu menyesal dan mengaku salah di hadapan Buddha.

Wihara di Sāvatthī, tempat Bhaddāli mengaku salah kepada Buddha.
Seorang siswa yang ragu dan menunda-nunda latihan karena tidak percaya penuh pada Guru akan sulit mencapai kemajuan, berbeda dari yang menjalani latihan dengan keyakinan teguh.
Bhaddāli tidak mau mengikuti aturan Buddha agar para bhikkhu makan hanya dalam satu bagian hari. Buddha beberapa kali mengajaknya mempertimbangkan aturan itu, tetapi Bhaddāli tetap menolak dan kemudian menghindari Sang Guru selama berbulan-bulan karena malu. Para bhikkhu akhirnya mendorongnya meminta maaf. Buddha menerima pengakuannya tetapi mengajak Bhaddāli melihat mengapa perilakunya menimbulkan teguran dan hilangnya kepercayaan. Percakapan berkembang menjadi pembahasan tentang kualitas seorang bhikkhu yang mudah atau sulit dilatih, alasan Sang Buddha menetapkan aturan ketika kondisi tertentu muncul dalam Saṅgha, dan bagaimana latihan yang sungguh-sungguh membuat seseorang layak menerima bimbingan.
mn65:28.1 Seyyathāpi, bhaddāli, purisassa ekaṁ cakkhuṁ, tassa mittāmaccā ñātisālohitā taṁ ekaṁ cakkhuṁ rakkheyyuṁ:
mn65:28.2 ‘mā yampissa taṁ ekaṁ cakkhuṁ tamhāpi parihāyī’ti;
mn65:28.3 evameva kho, bhaddāli, idhekacco bhikkhu saddhāmattakena vahati pemamattakena.
mn65:28.4 Tatra, bhaddāli, bhikkhūnaṁ evaṁ hoti:
mn65:28.5 ‘ayaṁ kho, āvuso, bhikkhu saddhāmattakena vahati pemamattakena.
mn65:28.6 Sace mayaṁ imaṁ bhikkhuṁ pasayha pasayha kāraṇaṁ karissāma—
mn65:28.7 mā yampissa taṁ saddhāmattakaṁ pemamattakaṁ tamhāpi parihāyī’ti.
mn65:28.8 Ayaṁ kho, bhaddāli, hetu ayaṁ paccayo yena midhekaccaṁ bhikkhuṁ pasayha pasayha kāraṇaṁ karonti.
mn65:28.9 Ayaṁ pana, bhaddāli, hetu ayaṁ paccayo, yena midhekaccaṁ bhikkhuṁ no tathā pasayha pasayha kāraṇaṁ karontī”ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.