
Buddha
Guru yang menjawab tuntutan Māluṅkyaputta dengan perumpamaan anak panah beracun.
Cūḷamālukyasutta — Khotbah Pendek kepada Māluṅkyaputta
Māluṅkyaputta mengancam akan meninggalkan latihan bila Buddha tidak menjawab pertanyaan metafisik. Buddha menjawab dengan perumpamaan terkenal tentang orang yang terkena anak panah beracun. Inilah Cūḷamāluṅkya Sutta.

Guru yang menjawab tuntutan Māluṅkyaputta dengan perumpamaan anak panah beracun.
Bhikkhu yang mengancam meninggalkan latihan bila pertanyaan metafisiknya tidak dijawab Buddha.

Wihara di Sāvatthī, tempat Māluṅkyaputta menyampaikan tuntutannya kepada Buddha.
Seperti orang terkena panah beracun yang harus segera diobati, bukan menunggu tahu siapa pemanahnya, latihan menuju akhir penderitaan tidak bergantung pada terjawabnya pertanyaan metafisik yang tidak berguna.
Māluṅkyaputta merasa tidak puas karena Buddha tidak menjawab sejumlah pertanyaan spekulatif: apakah dunia kekal atau tidak, terbatas atau tidak, apakah jiwa sama dengan tubuh, dan apa yang terjadi pada Tathāgata setelah kematian. Ia mengancam akan meninggalkan latihan bila jawaban tidak diberikan. Buddha bertanya apakah pernah menjanjikan jawaban tersebut sebagai syarat menjadi murid—dan Māluṅkyaputta mengakui tidak. Lalu muncul perumpamaan terkenal tentang orang yang terkena panah beracun tetapi menolak dicabut sebelum mengetahui siapa pemanahnya, jenis busur, tali, anak panah dan berbagai rincian lain. Ia akan mati sebelum pertanyaannya selesai. Demikian pula Buddha mengarahkan perhatian pada persoalan yang mendesak: penderitaan, asalnya, berakhirnya, dan jalan menuju akhirnya.
mn63:7.1 Maka dari itu, Māluṅkyaputta, ingatlah apa yang tidak Ku-nyatakan sebagai tidak dinyatakan,
mn63:7.2 dan apa yang telah Ku-nyatakan sebagai telah dinyatakan.
mn63:7.3 Dan apakah, Mālukyaputta, yang tidak Ku-nyatakan?
mn63:7.4 ‘Dunia ini kekal,’ Mālukyaputta, itu tidak Ku-nyatakan;
mn63:7.5 ‘dunia ini tidak kekal’—
mn63:7.6 tidak kuputuskan;
mn63:7.7 ‘dunia ini terbatas’—
mn63:7.8 tidak kuputuskan;
mn63:7.9 ‘dunia ini tidak terbatas’—
mn63:7.10 tidak Kuungkapkan;
mn63:7.11 ‘jiwa dan badan adalah satu dan sama,’—
mn63:7.12 tidak Kuungkapkan;
mn63:7.13 ‘jiwa adalah satu hal, badan adalah hal lain,’—
mn63:7.14 tidak Kuungkapkan;
mn63:7.15 ‘seorang yang telah tercerahkan masih ada setelah kematian,’—
mn63:7.16 tidak Kuungkapkan;
mn63:7.17 ‘seorang yang telah tercerahkan tidak lagi ada setelah kematian,’—
mn63:7.18 tidak Kuungkapkan;
mn63:7.19 ‘seorang yang telah tercerahkan baik masih ada maupun tidak lagi ada setelah kematian,’—
mn63:7.20 tidak Kujelaskan;
mn63:7.21 ‘seorang yang telah merealisasi kebenaran tidak lagi ada maupun tidak tidak ada setelah kematian’—
mn63:7.22 tidak Kujelaskan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.