‹
MN 61

Ambalaṭṭhikarāhulovādasutta

Khotbah Nasihat kepada Rāhula di Ambalaṭṭhika

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Sinopsis singkat

Buddha menemui putranya Rāhula di Ambalaṭṭhikā dan memulai pelajaran dengan sebuah bejana air. Sedikit air yang tersisa, air yang dibuang, bejana yang dibalik, dan bejana yang kosong dipakai untuk menunjukkan betapa kecil nilai kehidupan seorang petapa yang tidak merasa malu berkata tidak benar. Buddha kemudian memakai perumpamaan cermin: sebagaimana seseorang bercermin untuk memeriksa wajahnya, Rāhula diminta memeriksa tindakan tubuh, ucapan dan pikiran sebelum dilakukan, ketika dilakukan, dan setelah dilakukan. Bila tindakan membawa penderitaan, ia harus dihentikan atau diakui; bila tidak merugikan, ia dapat diteruskan dan dikembangkan.

mn61:2.1 Pada saat itu, Yang Mulia Rāhula sedang menetap di Ambalaṭṭhikā.

mn61:2.2 Kemudian pada sore hari, Sang Bhagavā keluar dari keheningan dan pergi ke Ambalaṭṭhika untuk menemui Yang Mulia Rāhula.

mn61:2.3 Yang Mulia Rāhula melihat Sang Bhagavā datang dari kejauhan.

mn61:2.4 Setelah melihat, ia menyiapkan tempat duduk dan air untuk membasuh kaki.

mn61:2.5 Sang Bhagavā duduk di tempat duduk yang telah disiapkan,

mn61:2.6 setelah duduk, Beliau membasuh kaki-Nya.

mn61:2.7 Yang Mulia Rāhula pun memberi hormat kepada Bhagavā, lalu duduk di satu sisi.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.