
Buddha
Guru yang mengajarkan cara memilih pandangan yang aman di tengah banyaknya ajaran yang saling bertentangan.
Apaṇṇakasutta — Jalan Pasti
Kepada warga desa Sālā yang bingung memilih di antara berbagai guru dan ajaran yang bertentangan, Buddha menjelaskan 'taruhan yang aman'. Inilah Apaṇṇaka Sutta.

Guru yang mengajarkan cara memilih pandangan yang aman di tengah banyaknya ajaran yang saling bertentangan.
Desa brahmana Kosala yang sama seperti dalam MN 41, tempat Buddha menjelaskan cara memilih pandangan yang aman.
Memilih percaya pada akibat perbuatan dan menjalani hidup bermoral adalah pilihan aman: tidak merugikan meski ternyata keliru, dan sangat menguntungkan bila benar — berbeda dari memilih pandangan yang menyangkal akibat perbuatan.
Buddha bertemu para perumah tangga brahmana di Sālā yang belum memiliki guru yang mereka percayai. Ia menawarkan cara menilai pandangan yang bertentangan tanpa harus lebih dahulu memiliki pengetahuan langsung tentang mana yang benar. Buddha membandingkan beberapa pasangan pandangan: ada atau tidak adanya kehidupan setelah kematian dan akibat perbuatan, apakah segala sesuatu ditentukan, apakah tidak ada sebab, serta pandangan tentang keadaan tanpa bentuk dan penghentian keberadaan. Untuk setiap pasangan ia menunjukkan risiko perilaku yang mengikuti keyakinan keliru dan keamanan yang lebih besar dari pilihan yang tidak mendorong tindakan buruk. Uraian kemudian menuju empat jenis manusia dan akhirnya jalan latihan seorang Tathāgata, menjadikan sutta ini panduan memilih arah hidup ketika seseorang belum mampu memastikan seluruh persoalan metafisik sendiri.
mn60:27.1 Moreover, since there actually is causality, their view that there is causality is right view.
mn60:27.2 Since there actually is causality, their thought that there is causality is right purpose.
mn60:27.3 Since there actually is causality, their speech that there is causality is right speech.
mn60:27.4 Since there actually is causality, in saying that there is causality they don’t contradict those perfected ones who teach that there is causality.
mn60:27.5 Since there actually is causality, in persuading another that there is causality they are persuading them to accept a true teaching.
mn60:27.6 And on account of that they don’t glorify themselves or put others down.
mn60:27.7 So they give up their former unethical conduct and are established in ethical conduct.
mn60:27.8 And that is how these many skillful qualities come to be with right view as condition—right view, right purpose, right speech, not contradicting the noble ones, persuading others to accept true teachings, and not glorifying oneself or putting others down.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.