‹
MN 5

Anaṅgaṇasutta

Tanpa Noda

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 5

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Anaṅgaṇa Sutta adalah percakapan antara dua murid utama Buddha: Sāriputta menjelaskan kepada Mahāmoggallāna empat jenis orang berdasarkan ada-tidaknya noda batin, dan apakah noda itu disadari.

Potret Sāriputta
TOKOH

Sāriputta

Murid utama yang bijaksana, menjelaskan empat jenis orang berdasarkan noda batin kepada para bhikkhu di Jetavana.

Mahāmoggallāna
TOKOH

Mahāmoggallāna

Murid utama yang bertanya kepada Sāriputta tentang sebab seseorang disebut bernoda atau tidak bernoda batinnya.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Sāriputta menyampaikan penjelasan ini kepada para bhikkhu.

KONSEP

Noda yang disadari dan tidak disadari

Orang yang memiliki keinginan jahat namun tidak menyadarinya dianggap lebih rendah daripada yang menyadari noda itu dan berusaha melepaskannya.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Sāriputta berbicara kepada para bhikkhu tentang ‘noda’ batin dengan perumpamaan sebuah mangkuk yang kotor: barang yang tampak indah pun menjadi tidak menarik bila wadahnya bernoda. Mahāmoggallāna kemudian meminta penjelasan lebih jauh, dan percakapan mereka mengurai berbagai sikap yang membuat seorang bhikkhu sulit dinasihati—marah ketika dikoreksi, mencari-cari kesalahan orang lain, keras kepala, iri, atau menyembunyikan kesalahan sendiri. Sebaliknya, orang yang mengenali noda dalam dirinya memiliki kesempatan untuk membersihkannya.

mn5:31.1 Setelah hal ini dikatakan, Yang Mulia Mahāmoggallāna berkata kepada Yang Mulia Sāriputta:

mn5:31.2 “Sahabat Sāriputta, sebuah perumpamaan muncul dalam pikiranku.”

mn5:31.3 “Silakan bicara sesuai inspirasimu, sahabat Moggallāna,” kata Sāriputta.

mn5:31.4 “Sahabat, pada suatu ketika aku menetap di Rājagaha, di Giribbaja.

mn5:31.5 Kemudian, sahabat, setelah merapikan jubah di pagi hari dan membawa mangkuk serta jubah, aku memasuki Rājagaha untuk menerima dana makanan.

mn5:31.6 Pada saat itu, Samiti, putra seorang pembuat kereta, sedang meraut pelek roda kereta.

mn5:31.7 Dan Paṇḍuputta, seorang petapa Ājīvaka yang dahulu adalah putra pembuat kereta, berdiri di dekatnya.

mn5:31.8 Kemudian, sahabat, pemikiran ini muncul dalam batin Paṇḍuputta, pengikut Ājīvaka, putra pembuat kereta kuda zaman dahulu:

mn5:31.9 ‘Oh, semoga Samīti, putra pembuat kereta kuda, mengetam kelengkungan, kebengkokan, dan cacat pada lingkaran roda ini, sehingga lingkaran roda ini terbebas dari kelengkungan, kebengkokan, dan cacat, menjadi murni dan kokoh pada intinya.’

mn5:31.10 Dan Samīti meratakan cacat pada pelek itu persis seperti yang dipikirkan Paṇḍuputta.

mn5:31.11 Kemudian, teman, Paṇḍuputta, seorang pengikut Ājīvaka, putra pembuat kereta tua, dengan gembira berseru:

mn5:31.12 ‘Ia merencanakan seolah-olah mengetahui hatiku dengan hatinya!’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.