
Sāriputta
Murid utama yang bijaksana, menjelaskan empat jenis orang berdasarkan noda batin kepada para bhikkhu di Jetavana.
Tanpa Noda
Anaṅgaṇa Sutta adalah percakapan antara dua murid utama Buddha: Sāriputta menjelaskan kepada Mahāmoggallāna empat jenis orang berdasarkan ada-tidaknya noda batin, dan apakah noda itu disadari.

Murid utama yang bijaksana, menjelaskan empat jenis orang berdasarkan noda batin kepada para bhikkhu di Jetavana.

Murid utama yang bertanya kepada Sāriputta tentang sebab seseorang disebut bernoda atau tidak bernoda batinnya.

Wihara di Sāvatthī, tempat Sāriputta menyampaikan penjelasan ini kepada para bhikkhu.
Orang yang memiliki keinginan jahat namun tidak menyadarinya dianggap lebih rendah daripada yang menyadari noda itu dan berusaha melepaskannya.
Sāriputta berbicara kepada para bhikkhu tentang ‘noda’ batin dengan perumpamaan sebuah mangkuk yang kotor: barang yang tampak indah pun menjadi tidak menarik bila wadahnya bernoda. Mahāmoggallāna kemudian meminta penjelasan lebih jauh, dan percakapan mereka mengurai berbagai sikap yang membuat seorang bhikkhu sulit dinasihati—marah ketika dikoreksi, mencari-cari kesalahan orang lain, keras kepala, iri, atau menyembunyikan kesalahan sendiri. Sebaliknya, orang yang mengenali noda dalam dirinya memiliki kesempatan untuk membersihkannya.
mn5:32.1 In the same way, there are those faithless individuals who went forth from the lay life to homelessness not out of faith but to earn a livelihood. They’re devious, deceitful, and sneaky. They’re haughty, insolent, fickle, scurrilous, and loose-tongued. They do not guard their sense doors or eat in moderation, and they are not dedicated to wakefulness. They don’t care about the ascetic life, and don’t keenly respect the training. They’re indulgent and slack, leaders in backsliding, neglecting seclusion, lazy, and lacking energy. They’re unmindful, lacking situational awareness and immersion, with straying minds, witless and idiotic. Venerable Sāriputta planes their faults with this exposition of the teaching as if he knows my heart with his heart!
mn5:32.2 But there are those gentlemen who went forth from the lay life to homelessness out of faith. They’re not devious, deceitful, and sneaky. They’re not haughty, insolent, fickle, scurrilous, and loose-tongued. They guard their sense doors and eat in moderation, and they are dedicated to wakefulness. They care about the ascetic life, and keenly respect the training. They’re not indulgent or slack, nor are they leaders in backsliding, neglecting seclusion. They’re energetic and determined. They’re mindful, with situational awareness, immersion, and unified minds; wise and clever. Hearing this exposition of the teaching from Venerable Sāriputta, they drink it up and devour it, as it were. And in speech and thought they say:
mn5:32.3 ‘It’s good, sir, that he draws his spiritual companions away from the unskillful and establishes them in the skillful.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.