
Sāriputta
Murid utama yang bijaksana, menjelaskan empat jenis orang berdasarkan noda batin kepada para bhikkhu di Jetavana.
Tanpa Noda
Anaṅgaṇa Sutta adalah percakapan antara dua murid utama Buddha: Sāriputta menjelaskan kepada Mahāmoggallāna empat jenis orang berdasarkan ada-tidaknya noda batin, dan apakah noda itu disadari.

Murid utama yang bijaksana, menjelaskan empat jenis orang berdasarkan noda batin kepada para bhikkhu di Jetavana.

Murid utama yang bertanya kepada Sāriputta tentang sebab seseorang disebut bernoda atau tidak bernoda batinnya.

Wihara di Sāvatthī, tempat Sāriputta menyampaikan penjelasan ini kepada para bhikkhu.
Orang yang memiliki keinginan jahat namun tidak menyadarinya dianggap lebih rendah daripada yang menyadari noda itu dan berusaha melepaskannya.
Sāriputta berbicara kepada para bhikkhu tentang ‘noda’ batin dengan perumpamaan sebuah mangkuk yang kotor: barang yang tampak indah pun menjadi tidak menarik bila wadahnya bernoda. Mahāmoggallāna kemudian meminta penjelasan lebih jauh, dan percakapan mereka mengurai berbagai sikap yang membuat seorang bhikkhu sulit dinasihati—marah ketika dikoreksi, mencari-cari kesalahan orang lain, keras kepala, iri, atau menyembunyikan kesalahan sendiri. Sebaliknya, orang yang mengenali noda dalam dirinya memiliki kesempatan untuk membersihkannya.
mn5:30.1 Suppose these spheres of bad, unskillful wishes are seen and heard to be given up by a mendicant. Even though they dwell within a village, accept invitations to a meal, and wear robes offered by householders, their spiritual companions honor, respect, revere, and venerate them.
mn5:30.2 Why is that?
mn5:30.3 It’s because these spheres of bad, unskillful wishes are seen and heard to be given up by that venerable.
mn5:30.4 Suppose a bronze cup was brought from a shop or smithy clean and bright.
mn5:30.5 The owners were to prepare it with boiled fine rice with the dark grains picked out and served with many soups and sauces, cover it with a bronze lid, and parade it through the market-place.
mn5:30.6 When people saw it they’d say:
mn5:30.7 ‘Oh my, what is it that you’re carrying like a precious treasure?’
mn5:30.8 So they’d open up the lid for people to look inside.
mn5:30.9 And as soon as they saw it they were filled with liking, attraction, and relish.
mn5:30.10 Even those who were replete wanted to eat it, let alone those who were hungry.
mn5:30.11 In the same way, when these spheres of bad, unskillful wishes are seen and heard to be given up by a mendicant … their spiritual companions honor, respect, revere, and venerate them.
mn5:30.12 Why is that?
mn5:30.13 It’s because these spheres of bad, unskillful wishes are seen and heard to be given up by that venerable.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.