
Buddha
Guru yang menjawab jebakan pertanyaan Pangeran Abhaya dengan kebijaksanaan, bukan terjebak dalam logika bercabang dua.
Abhayarājakumārasutta
Dihasut gurunya untuk menjebak Buddha dengan pertanyaan bercabang dua, Pangeran Abhaya justru mendapat jawaban bijaksana lewat perumpamaan anak kecil yang tersedak benda di mulutnya. Inilah Abhayarājakumāra Sutta.

Guru yang menjawab jebakan pertanyaan Pangeran Abhaya dengan kebijaksanaan, bukan terjebak dalam logika bercabang dua.
Pangeran yang dihasut gurunya untuk menjebak Buddha dengan pertanyaan bercabang dua tentang ucapan.
Taman perlindungan tupai di Rājagaha, tempat Pangeran Abhaya menemui Buddha.
Seperti orang tua mengeluarkan benda dari mulut bayinya meski menyakitkan, Buddha mengucapkan kata yang tidak menyenangkan hanya bila itu benar, bermanfaat, dan disampaikan pada waktu yang tepat.
Pangeran Abhaya datang kepada Buddha membawa sebuah pertanyaan jebakan yang telah disiapkan oleh Nigaṇṭha Nātaputta. Ia hendak memaksa Buddha memilih antara mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyangkal ucapan keras yang pernah beliau tujukan kepada Devadatta. Buddha tidak menerima kerangka pertanyaan itu dan menjawab melalui contoh seorang bayi yang mungkin memasukkan benda berbahaya ke mulutnya: orang tua akan mengeluarkannya meskipun tindakan itu menyakitkan, karena dilakukan dengan belas kasih. Dari situ Buddha menjelaskan ukuran ucapan-Nya—apakah benar, bermanfaat, dan tepat waktunya—serta kapan sesuatu patut dikatakan walaupun menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi pendengar.
mn58:4.1 “Yes, sir,” replied Abhaya. He rose from his seat, bowed, and respectfully circled the Jain Ñātika, keeping him on his right. Then he went to the Buddha, bowed, and sat down to one side.
mn58:4.2 Then he looked up at the sun and thought,
mn58:4.3 “It’s too late to refute the Buddha’s doctrine today.
mn58:4.4 I shall refute his doctrine in my own home tomorrow.” He said to the Buddha,
mn58:4.5 “Sir, would the Buddha, together with three other monks, please accept tomorrow’s meal from me?”
mn58:4.6 The Buddha consented with silence.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.