‹
MN 53

Sekhasutta

Sekhasutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 53

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Suku Sakya dari Kapilavatthu meminta Buddha menjadi orang pertama yang menggunakan balai pertemuan baru mereka. Buddha mengajarkan lewat Ānanda tentang jalan seorang siswa dalam latihan. Inilah Sekha Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang diminta suku Sakya meresmikan balai pertemuan baru mereka dengan mengajar lebih dulu.

TEMPAT

Balai Pertemuan Baru (Kapilavatthu)

Balai pertemuan yang baru selesai dibangun suku Sakya di Kapilavatthu, belum pernah dipakai siapa pun sebelum Buddha.

KONSEP

Jalan seorang siswa dalam latihan

Seorang siswa yang masih berlatih (sekha) menyempurnakan sila, menjaga pintu indria, makan secukupnya, dan mengembangkan kewaspadaan sebagai jalan menuju pembebasan penuh.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Ketika Buddha berada bersama kaum Sakya di Kapilavatthu, sebuah balai pertemuan baru selesai dibangun dan mereka meminta Buddha menjadi orang pertama yang menggunakannya. Setelah mengajar hingga larut malam, Buddha meminta Ānanda melanjutkan pembicaraan sementara beliau beristirahat. Ānanda kemudian menjelaskan jalan seorang siswa yang masih dalam latihan: memiliki sila, menjaga pintu indra, mengetahui batas dalam makan, tekun berjaga, memiliki tujuh kualitas baik, dan mampu memasuki empat jhāna. Dari fondasi itu berkembang pengetahuan tentang kehidupan lampau, perjalanan makhluk sesuai perbuatan, dan akhirnya hancurnya noda-noda batin. Setelah selesai, Buddha bangkit dan menyatakan persetujuan atas uraian Ānanda.

mn53:5.1 The Buddha spent much of the night educating, encouraging, firing up, and inspiring the Sakyans with a Dhamma talk. Then he addressed Venerable Ānanda,

mn53:5.2 “Ānanda, speak about the practicing trainee to the Sakyans of Kapilavatthu as you feel inspired.

mn53:5.5 “Yes, sir,” Ānanda replied.

mn53:5.6 And then the Buddha spread out his outer robe folded in four and laid down in the lion’s posture—on the right side, placing one foot on top of the other—mindful and aware, and focused on the time of getting up.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.