
Buddha
Guru yang mengunjungi alam Brahmā untuk mematahkan pandangan keliru Brahmā Baka.
Khotbah tentang Undangan Brahmā
Brahmā Baka meyakini alamnya kekal, stabil, dan tertinggi. Buddha mengunjungi alam Brahmā untuk mematahkan pandangan keliru itu, sambil Māra diam-diam berusaha menghasutnya. Inilah Brahmanimantanika Sutta.

Guru yang mengunjungi alam Brahmā untuk mematahkan pandangan keliru Brahmā Baka.
Brahmā yang meyakini alamnya kekal, stabil, dan tertinggi, hingga Buddha mengoreksi pandangan kelirunya.
Alam surgawi tempat Brahmā Baka berdiam dan meyakini dirinya sebagai penguasa tertinggi yang kekal.
Bahkan alam Brahmā yang tampak agung dan kekal sebenarnya masih tunduk pada hukum ketidakkekalan — pandangan bahwa ada tempat abadi untuk berlindung hanyalah ilusi.
Baka Brahmā hidup dalam keyakinan bahwa alam tempat ia berdiam adalah tetap, kekal, sempurna, dan tidak ada keadaan yang lebih tinggi darinya. Buddha mengetahui pandangan itu dan muncul di alam Brahmā untuk menemuinya. Percakapan berubah menjadi perdebatan tentang batas pengetahuan Baka, sementara Māra ikut berusaha mempertahankan kekeliruannya. Buddha menunjukkan bahwa Ia mengetahui alam-alam yang tidak diketahui Baka dan memahami bagaimana kemelekatan pada keberadaan membuat seseorang salah mengira keadaan yang berkondisi sebagai kekal. Pertemuan itu kemudian disertai adu kemampuan batin, memperlihatkan keterbatasan Brahmā yang sebelumnya menganggap dirinya berada pada puncak segala keberadaan.
mn49:5.1 Then Māra the Wicked took possession of a member of the retinue of Divinity and said this to me,
mn49:5.2 ‘Mendicant, mendicant! Don’t attack this one! Don’t attack this one! For this is the Divinity, the Great Divinity, the Vanquisher, the Unvanquished, the Universal Seer, the Wielder of Power, God Almighty, the Maker, the Creator, the First, the Begetter, the Controller, the Father of those who have been born and those yet to be born.
mn49:5.3 There have been ascetics and brahmins before you, mendicant, who criticized and loathed earth, water, fire, air, creatures, gods, the Progenitor, and the Divinity.
mn49:5.4 When their bodies broke up and their breath was cut off they were established in a lower realm.
mn49:5.5 There have been ascetics and brahmins before you, mendicant, who praised and approved earth, water, fire, air, creatures, gods, the Progenitor, and the Divinity.
mn49:5.6 When their bodies broke up and their breath was cut off they were established in a higher realm.
mn49:5.7 So, mendicant, I tell you this:
mn49:5.8 please, good fellow, do exactly what the Divinity says. Don’t go beyond the word of the Divinity.
mn49:5.9 If you do, then you’ll end up like a person who, when approached by Lady Luck, would fend her off with a staff; or who, as they are falling over a cliff, would push away the ground with their hands and feet.
mn49:5.10 Please, good fellow, do exactly what the Divinity says. Don’t go beyond the word of the Divinity.
mn49:5.11 Do you not see the assembly of the Divinity gathered here?’
mn49:5.12 And so Māra the Wicked presented the assembly of the Divinity to me.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.