‹
MN 41

Sāleyyakasutta

Sāleyyaka Sutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 41

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Warga brahmana dan perumah tangga desa Sālā bertanya kepada Buddha mengapa sebagian orang terlahir di alam rendah dan sebagian di alam tinggi setelah kematian. Inilah Sāleyyaka Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan sepuluh jalan perbuatan sebagai jawaban atas pertanyaan warga Sālā.

TEMPAT

Desa Sālā

Desa brahmana Kosala, tempat Buddha singgah bersama rombongan besar para bhikkhu.

KONSEP

Sepuluh jalan perbuatan

Membunuh, mencuri, berbohong, dan tujuh perbuatan tidak baik lain membawa ke alam rendah; meninggalkannya dan mengembangkan lawannya membawa ke alam tinggi.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Ketika Buddha sedang melakukan perjalanan di negeri Kosala, para brahmana dan perumah tangga dari Sālā datang menemui-Nya. Mereka bertanya mengapa sebagian orang setelah kematian terlahir di alam sengsara sedangkan sebagian lainnya menuju alam bahagia. Buddha menjawab dengan menelusuri perilaku tubuh, ucapan dan pikiran: membunuh, mengambil yang tidak diberikan, perilaku seksual yang salah, dusta, ucapan yang memecah-belah, kasar dan sia-sia, serta keserakahan, niat buruk dan pandangan salah. Ia kemudian menunjukkan kebalikan dari sepuluh perilaku itu sebagai jalan yang bermanfaat. Percakapan berakhir dengan penjelasan bagaimana cara hidup tersebut berhubungan dengan tujuan kelahiran kembali yang diharapkan dan, pada puncaknya, pembebasan.

mn41:2.1 The brahmins and householders of Sālā heard,

mn41:2.2 “It seems the ascetic Gotama—a Sakyan, gone forth from a Sakyan family—while wandering in the land of the Kosalans has arrived at Sālā, together with a large Saṅgha of mendicants.

mn41:2.4 ‘That Blessed One is perfected, a fully awakened Buddha, accomplished in knowledge and conduct, holy, knower of the world, supreme guide for those fit for training, teacher of gods and humans, awakened, blessed.’

mn41:2.5 He has realized with his own insight this world—with its gods, Māras, and divinities, this population with its ascetics and brahmins, gods and humans—and he makes it known to others.

mn41:2.6 He teaches Dhamma that’s good in the beginning, good in the middle, and good in the end, meaningful and well-phrased.

mn41:2.7 He reveals an entirely full and pure spiritual life.

mn41:2.8 It’s good to see such perfected ones.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.