‹
MN 40

Cūḷaassapurasutta

Khotbah Pendek di Assapura

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 40

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Dalam versi lebih ringkas, Buddha kembali mengingatkan para bhikkhu di Assapura bahwa mempraktikkan jalan sesuai gelar 'petapa' — bukan sekadar penampilan luar — adalah yang membebaskan dari kejahatan dan noda batin. Inilah Cūḷaassapura Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menegaskan bahwa praktik nyata, bukan penampilan luar, yang membebaskan dari noda batin.

TEMPAT

Assapura (negeri Aṅga)

Kota di negeri suku Aṅga, tempat Buddha menyampaikan versi ringkas ajaran ini.

KONSEP

Praktik, bukan penampilan

Bukan penampilan luar sebagai petapa yang membebaskan seseorang dari kejahatan dan noda batin, melainkan praktik nyata: meninggalkan keserakahan, kebencian, dan pandangan salah.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha meminta para bhikkhu memeriksa apakah kualitas yang membuat seseorang benar-benar menjadi samaṇa masih terdapat dalam diri mereka. Ia menyebut keserakahan, kebencian, kemarahan, dendam, penghinaan, iri hati, kekikiran, tipu daya, keinginan buruk dan pandangan salah sebagai noda yang harus ditinggalkan. Seseorang tidak menjadi petapa hanya karena memakai jubah, hidup telanjang, berdebu, mandi ritual, tinggal di bawah pohon atau melakukan berbagai laku lahiriah. Setelah kualitas buruk ditinggalkan, seorang praktisi mengembangkan cinta kasih, belas kasih, kegembiraan altruistik dan keseimbangan ke segala arah. Dengan batin seperti itu, pembebasan ditunjukkan sebagai hasil transformasi batin, bukan identitas atau ritual.

mn40:13.1 Suppose there was a lotus pond with clear, sweet, cool water, clean, with smooth banks, delightful.

mn40:13.2 Then along comes a person—whether from the east, west, north, or south—struggling in the oppressive heat, weary, thirsty, and parched.

mn40:13.3 No matter what direction they come from, when they arrive at that lotus pond they would alleviate their thirst and heat exhaustion.

mn40:13.4 In the same way, suppose someone has gone forth from the lay life to homelessness—whether from a family of aristocrats, brahmins, peasants, or menials—and has arrived at the teaching and training proclaimed by a Realized One. Having developed love, compassion, rejoicing, and equanimity in this way they find inner peace.

mn40:13.5 Because of that inner peace they are practicing the way proper for an ascetic, I say.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.