
Buddha
Guru yang mengingatkan para bhikkhu agar menjadi pewaris Dhamma, bukan pewaris benda, makanan, pujian, atau keuntungan.
Khotbah tentang Pewaris Dhamma
Dhammadāyāda Sutta menekankan warisan sejati dari Buddha: bukan keuntungan materi, melainkan latihan Dhamma, kesederhanaan, dan pelepasan.

Guru yang mengingatkan para bhikkhu agar menjadi pewaris Dhamma, bukan pewaris benda, makanan, pujian, atau keuntungan.

Murīd utama yang bijaksana, menerangkan lebih lanjut bagaimana para siswa melatih keterasingan, kehati-hatian, dan meninggalkan kemunduran.

Wihara di Sāvatthī yang menjadi latar ajaran ini, tempat para bhikkhu mendengarkan wejangan tentang warisan Dhamma.

Inti sutta: menerima ajaran berarti menjalani jalan pelepasan dan kebijaksanaan, bukan mengejar kenyamanan, makanan, atau ketenaran.
Buddha menasihati para bhikkhu agar menjadi pewaris Dhamma, bukan sekadar pewaris keuntungan materi yang datang karena kedudukan Sang Guru. Setelah Buddha mengundurkan diri, Sāriputta melanjutkan pembicaraan dan menjelaskan apa artinya mengikuti teladan itu dalam kehidupan seorang bhikkhu. Ia membandingkan murid yang tetap larut dalam kenyamanan dengan murid yang sungguh menjalani penyepian dan latihan, lalu menutup uraian dengan jalan latihan yang mengikis keserakahan, kebencian dan berbagai keadaan batin yang tidak bermanfaat.
mn3:2.1 “Dhammadāyādā me, bhikkhave, bhavatha, mā āmisadāyādā.
mn3:2.2 Atthi me tumhesu anukampā:
mn3:2.3 ‘kinti me sāvakā dhammadāyādā bhaveyyuṁ, no āmisadāyādā’ti.
mn3:2.4 Tumhe ca me, bhikkhave, āmisadāyādā bhaveyyātha no dhammadāyādā, tumhepi tena ādiyā bhaveyyātha:
mn3:2.5 ‘āmisadāyādā satthusāvakā viharanti, no dhammadāyādā’ti;
mn3:2.6 ahampi tena ādiyo bhaveyyaṁ:
mn3:2.7 ‘āmisadāyādā satthusāvakā viharanti, no dhammadāyādā’ti.
mn3:2.8 Tumhe ca me, bhikkhave, dhammadāyādā bhaveyyātha, no āmisadāyādā, tumhepi tena na ādiyā bhaveyyātha:
mn3:2.9 ‘dhammadāyādā satthusāvakā viharanti, no āmisadāyādā’ti;
mn3:2.10 ahampi tena na ādiyo bhaveyyaṁ:
mn3:2.11 ‘dhammadāyādā satthusāvakā viharanti, no āmisadāyādā’ti.
mn3:2.12 Tasmātiha me, bhikkhave, dhammadāyādā bhavatha, mā āmisadāyādā.
mn3:2.13 Atthi me tumhesu anukampā:
mn3:2.14 ‘kinti me sāvakā dhammadāyādā bhaveyyuṁ, no āmisadāyādā’ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.