
Buddha
Guru yang menceritakan kembali laku keras ekstrem yang pernah dijalaninya sebelum tercerahkan.
Mahāsaccaka Sutta
Dalam pertemuan kedua, Saccaka bertanya tentang pengembangan batin dan jasmani — Buddha menjawab panjang lebar dengan menceritakan kembali laku keras ekstrem yang pernah ia jalani sebelum menemukan jalan tengah menuju pencerahan. Inilah Mahāsaccaka Sutta.

Guru yang menceritakan kembali laku keras ekstrem yang pernah dijalaninya sebelum tercerahkan.
Debater yang kembali menemui Buddha, kali ini bertanya tentang pengembangan batin dan jasmani.
Aula beratap lancip di Hutan Besar dekat Vesālī, tempat pertemuan kedua ini berlangsung.
Buddha menceritakan laku keras ekstrem yang pernah dijalaninya hingga hampir mati kelaparan, sebelum akhirnya menemukan bahwa jalan tengah — bukan siksa diri maupun kemewahan — yang membawa pada pencerahan.
Saccaka kembali menemui Buddha dan mengangkat persoalan tentang pengembangan tubuh dan pengembangan batin. Percakapan itu membuat Buddha menceritakan pencarian-Nya sebelum pencerahan: belajar kepada Āḷāra Kālāma dan Uddaka Rāmaputta, meninggalkan pencapaian yang belum mengakhiri penderitaan, lalu menjalani pertapaan dan penyiksaan diri yang sangat keras. Setelah menyadari bahwa jalan ekstrem itu tidak membawa pada pencerahan, ia teringat pengalaman jhāna ketika masih muda dan memahami bahwa ketenangan seperti itulah jalan yang perlu dikembangkan. Ia menerima makanan kembali, memulihkan tubuh, memasuki jhāna, dan pada malam pencerahan memperoleh tiga pengetahuan hingga noda-noda batin berakhir. Kisah itu menjawab Saccaka dengan pengalaman langsung tentang batin yang tidak lagi dikuasai kesenangan maupun rasa sakit.
mn36:28.1 Then it occurred to me,
mn36:28.2 ‘Why don’t I just take a little bit of food each time, a handful of broth made from mung beans, horse gram, chickpeas, or green gram?’
mn36:28.3 So that’s what I did,
mn36:28.4 until my body became severely emaciated.
mn36:28.5 Due to eating so little, my major and minor limbs became like the joints of an eighty-year-old or a dying man,
mn36:28.6 my bottom became like a camel’s hoof,
mn36:28.7 my vertebrae stuck out like beads on a string,
mn36:28.8 and my ribs were as gaunt as the broken-down rafters on an old barn.
mn36:28.9 Due to eating so little, the gleam of my eyes sank deep in their sockets, like the gleam of water sunk deep down a well.
mn36:28.10 Due to eating so little, my scalp shriveled and withered like a green bitter-gourd in the wind and sun.
mn36:28.11 Due to eating so little, the skin of my belly stuck to my backbone, so that when I tried to rub the skin of my belly I grabbed my backbone, and when I tried to rub my backbone I rubbed the skin of my belly.
mn36:28.12 Due to eating so little, when I tried to urinate or defecate I fell face down right there.
mn36:28.13 Due to eating so little, when I tried to relieve my body by rubbing my limbs with my hands, the hair, rotted at its roots, fell out.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.