
Buddha
Guru yang mengunjungi tiga bhikkhu bersahabat dan bertanya rahasia kerukunan mereka.
Khotbah Pendek di Gosiṅga
Buddha mengunjungi tiga bhikkhu bersahabat — Anuruddha, Nandiya, dan Kimbila — di hutan sal Gosiṅga, dan bertanya bagaimana mereka bisa hidup rukun serta tekun berlatih bersama. Inilah Cūḷagosiṅga Sutta.

Guru yang mengunjungi tiga bhikkhu bersahabat dan bertanya rahasia kerukunan mereka.
Tiga bhikkhu bersahabat yang hidup rukun dan tekun berlatih bersama di hutan sal Gosiṅga.
Taman hutan pohon sal, tempat tiga bhikkhu bersahabat ini tinggal dan berlatih bersama.
Ketiga bhikkhu menjaga keharmonisan dengan saling menghormati, berbagi pandangan, dan tidak menyembunyikan pencapaian batin masing-masing dari yang lain.
Buddha datang mengunjungi Anuruddha, Nandiya dan Kimbila yang sedang hidup bersama dalam pengasingan. Penjaga kebun sempat hendak mencegahnya masuk karena tidak mengenali Sang Guru, tetapi para bhikkhu melihat Buddha dan segera menyambutnya. Buddha menanyakan bagaimana mereka menjaga kehidupan bersama, dan mereka menjelaskan bahwa mereka saling menghormati, mendahulukan kepentingan yang lain, berbagi tugas, dan hidup seolah berbeda tubuh tetapi satu batin. Buddha kemudian menanyakan perkembangan meditasi mereka. Percakapan bergerak melalui pencapaian-pencapaian batin yang semakin dalam, memperlihatkan kehidupan harmonis dan latihan meditasi sebagai dua sisi dari komunitas yang berkembang baik.
mn31:9.1 “Indeed, sir, we live diligently.”
mn31:9.2 “But how do you live this way?”
mn31:9.3 “In this case, sir, whoever returns first from almsround prepares the seats, and puts out the drinking water and the rubbish bin.
mn31:9.4 If there’s remainder, whoever returns last eats it if they like. Otherwise they throw it out where there is little that grows, or drop it into water that has no living creatures.
mn31:9.5 Then they put away the seats, drinking water, and rubbish bin, and sweep the refectory.
mn31:9.6 If someone sees that the pot of water for washing, drinking, or the toilet is empty they set it up.
mn31:9.7 If he can’t do it, he summons another with a wave of the hand, and they set it up by lending each other a hand to lift. But we don’t break into speech for that reason.
mn31:9.8 And every five days we sit together for the whole night and discuss the teachings.
mn31:9.9 That’s how we live diligently, keen, and resolute.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.