
Buddha
Guru yang menjelaskan bagaimana kekotoran batin ditinggalkan melalui kebijaksanaan dan latihan yang tepat.
Khotbah tentang Semua Kekotoran Batin
Sebelum membaca Sabbāsava Sutta, kenali guru yang menyampaikan ajaran, tempatnya, dan tujuh cara praktis untuk meninggalkan kekotoran batin.

Guru yang menjelaskan bagaimana kekotoran batin ditinggalkan melalui kebijaksanaan dan latihan yang tepat.

Wihara di Sāvatthī yang dipersembahkan oleh Anāthapiṇḍika dan menjadi tempat ajaran MN 2 disampaikan.

Melalui penglihatan benar, pengendalian, penggunaan bijaksana, ketahanan, penghindaran, penyingkiran, dan pengembangan.
Di Sāvatthī, Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa kekotoran batin tidak semuanya diselesaikan dengan satu cara. Ia membawa mereka menelusuri tujuh pendekatan: melihat dengan pengertian yang tepat, menjaga indra, menggunakan kebutuhan hidup secara bijaksana, menahan hal-hal yang harus ditahan, menghindari keadaan berbahaya, menyingkirkan pikiran buruk yang sudah muncul, dan mengembangkan kualitas-kualitas menuju pencerahan. Dengan demikian latihan digambarkan sebagai pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan sumber kekotoran yang sedang dihadapi.
mn2:3.1 “Mendicants, I say that the ending of defilements is for one who knows and sees, not for one who does not know or see.
mn2:3.2 For one who knows and sees what?
mn2:3.3 Rational application of mind and irrational application of mind.
mn2:3.4 When you apply the mind irrationally, defilements arise, and once arisen they grow.
mn2:3.5 When you apply the mind rationally, defilements don’t arise, and those that have already arisen are given up.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.