
Buddha
Guru yang menjelaskan bagaimana kekotoran batin ditinggalkan melalui kebijaksanaan dan latihan yang tepat.
Khotbah tentang Semua Kekotoran Batin
Sebelum membaca Sabbāsava Sutta, kenali guru yang menyampaikan ajaran, tempatnya, dan tujuh cara praktis untuk meninggalkan kekotoran batin.

Guru yang menjelaskan bagaimana kekotoran batin ditinggalkan melalui kebijaksanaan dan latihan yang tepat.

Wihara di Sāvatthī yang dipersembahkan oleh Anāthapiṇḍika dan menjadi tempat ajaran MN 2 disampaikan.

Melalui penglihatan benar, pengendalian, penggunaan bijaksana, ketahanan, penghindaran, penyingkiran, dan pengembangan.
Di Sāvatthī, Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa kekotoran batin tidak semuanya diselesaikan dengan satu cara. Ia membawa mereka menelusuri tujuh pendekatan: melihat dengan pengertian yang tepat, menjaga indra, menggunakan kebutuhan hidup secara bijaksana, menahan hal-hal yang harus ditahan, menghindari keadaan berbahaya, menyingkirkan pikiran buruk yang sudah muncul, dan mengembangkan kualitas-kualitas menuju pencerahan. Dengan demikian latihan digambarkan sebagai pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan sumber kekotoran yang sedang dihadapi.
mn2:21.0 7. Defilements Given Up by Developing
mn2:21.1 And what are the defilements that should be given up by developing?
mn2:21.2 Take a mendicant who, reflecting rationally, develops the awakening factors of mindfulness,
mn2:21.3 investigation of principles,
mn2:21.4 energy,
mn2:21.5 rapture,
mn2:21.6 tranquility,
mn2:21.7 immersion,
mn2:21.8 and equanimity, which rely on seclusion, fading away, and cessation, and ripen as letting go.
mn2:21.9 For the distressing and feverish defilements that might arise in someone who lives without developing these things do not arise when they are developed.
mn2:21.10 These are called the defilements that should be given up by developing.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.