‹
MN 29

Mahāsāropamasutta

Khotbah tentang Perumpamaan Inti Kayu yang Lebih Panjang

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 29

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Tak lama setelah Devadatta meninggalkan Sangha, Buddha mengajarkan Mahāsāropama Sutta: perumpamaan orang yang mencari inti kayu namun berhenti puas hanya pada dahan, ranting, atau kulit kayu — melambangkan pencapaian spiritual yang disalahartikan sebagai tujuan akhir.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang mengajarkan perumpamaan mencari inti kayu tak lama setelah Devadatta meninggalkan Sangha.

TEMPAT

Puncak Nasar (Rājagaha)

Gunung dekat Rājagaha, tempat Buddha mengajar tak lama setelah Devadatta meninggalkan Sangha.

KONSEP

Mencari inti kayu

Seorang pencari inti kayu yang puas hanya membawa pulang dahan, ranting, atau kulit kayu telah menipu dirinya sendiri — begitu pula yang berhenti pada pencapaian awal dan menganggapnya tujuan akhir.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha berbicara setelah Devadatta meninggalkan komunitas karena dikuasai keinginan akan keuntungan dan kedudukan. Ia membandingkan kehidupan suci dengan seseorang yang pergi mencari inti kayu. Ada orang yang berhenti setelah memperoleh ranting dan daun—ibarat puas dengan keuntungan dan penghormatan; ada yang berhenti pada kulit luar, kulit dalam, atau kayu lunak—ibarat puas dengan sila, konsentrasi, atau pengetahuan tertentu. Orang yang memahami tujuan perjalanan tidak berhenti pada hasil-hasil antara tersebut, melainkan terus mencari inti. Melalui perumpamaan itu Buddha mengingatkan bahwa tujuan kehidupan suci bukan reputasi atau pencapaian sementara, tetapi pembebasan batin yang tidak tergoyahkan.

mn29:5.1 Next, take a gentleman who has gone forth out of faith from the lay life to homelessness …

mn29:5.4 When they’ve gone forth they generate possessions, honor, and popularity. …

mn29:5.14 Being diligent, they achieve knowledge and vision.

mn29:5.15 They’re happy with that, and they’ve got all they wished for.

mn29:5.16 And they glorify themselves and put others down on account of that,

mn29:5.17 ‘I’m the one who meditates knowing and seeing.

mn29:5.18 These other mendicants meditate without knowing and seeing.’

mn29:5.19 And so they become indulgent and fall into negligence regarding that knowledge and vision. And being negligent they live in suffering.

mn29:5.20 Suppose there was a person in need of heartwood. And while wandering in search of heartwood he’d come across a large tree standing with heartwood. But, passing over the heartwood, he’d cut out the softwood and leave imagining it was heartwood.

mn29:5.21 If a person with clear eyes saw him they’d say,

mn29:5.22 ‘This gentleman doesn’t know what heartwood, softwood, bark, shoots, or branches and leaves are.

mn29:5.23 That’s why he passed them over, cut out the softwood, and left imagining it was heartwood.

mn29:5.24 Whatever he needs to make from heartwood, he won’t succeed.’ …

mn29:5.42 This is called a mendicant who has grabbed the softwood of the spiritual life

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.