‹
MN 28

Mahāhatthipadopamasutta

Khotbah Perumpamaan Jejak Kaki Gajah yang Lebih Panjang

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 28

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Sāriputta menjelaskan versi lebih mendalam dari perumpamaan jejak kaki gajah: sebagaimana jejak gajah dapat memuat jejak semua hewan lain, Empat Kebenaran Mulia memuat segala hal bermanfaat dalam ajaran Buddha.

Potret Sāriputta
TOKOH

Sāriputta

Murid utama yang menjelaskan versi mendalam dari perumpamaan jejak kaki gajah kepada para bhikkhu.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Sāriputta menyampaikan penjelasan ini kepada para bhikkhu.

KONSEP

Segala jejak termuat dalam jejak gajah

Seperti jejak semua hewan darat dapat termuat dalam jejak kaki gajah karena besarnya, Empat Kebenaran Mulia memuat segala hal bermanfaat yang diajarkan Buddha.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Sāriputta menyampaikan uraian luas tentang bagaimana ajaran Buddha dapat dipahami melalui empat bagian besar—seperti semua jejak kaki hewan dapat masuk ke dalam jejak kaki gajah. Ia memulai dari Empat Kebenaran Mulia dan kemudian menelusuri kebenaran tentang penderitaan melalui lima kelompok kemelekatan. Pembahasan tubuh diperinci lewat empat unsur: tanah, air, api dan angin, baik yang berada di dalam tubuh maupun di luar. Bahkan unsur-unsur besar itu dapat berubah dan lenyap, sehingga tubuh tidak layak dianggap sebagai ‘aku’. Uraian kemudian memperlihatkan bagaimana kontak indra melahirkan perasaan dan kelompok-kelompok pengalaman, yang semuanya dapat dilihat sebagai tidak kekal dan bukan diri.

mn28:27.1

Ajjhattikañceva, āvuso, cakkhuṁ aparibhinnaṁ hoti, bāhirā ca rūpā na āpāthaṁ āgacchanti, no ca tajjo samannāhāro hoti, neva tāva tajjassa viññāṇabhāgassa pātubhāvo hoti.

Jika, sahabat, mata internal tidak rusak, tetapi bentuk-bentuk eksternal tidak masuk ke dalam jangkauan, dan tidak ada perhatian yang sesuai, maka pada saat itu tidak ada manifestasi dari bagian kesadaran yang sesuai.

mn28:27.2

Ajjhattikañceva, āvuso, cakkhuṁ aparibhinnaṁ hoti bāhirā ca rūpā āpāthaṁ āgacchanti, no ca tajjo samannāhāro hoti, neva tāva tajjassa viññāṇabhāgassa pātubhāvo hoti.

Jika, sahabat, mata internal tidak rusak dan bentuk-bentuk eksternal masuk ke dalam jangkauan, tetapi tidak ada perhatian yang sesuai, maka pada saat itu tidak ada manifestasi dari bagian kesadaran yang sesuai.

mn28:27.3

Yato ca kho, āvuso, ajjhattikañceva cakkhuṁ aparibhinnaṁ hoti, bāhirā ca rūpā āpāthaṁ āgacchanti, tajjo ca samannāhāro hoti. Evaṁ tajjassa viññāṇabhāgassa pātubhāvo hoti.

Akan tetapi, ketika mata internal tidak rusak dan bentuk-bentuk eksternal datang ke dalam jangkauan, serta ada pengarahan perhatian yang sesuai, maka dengan demikian muncullah manifestasi bagian kesadaran yang bersesuaian.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.