‹
MN 27

Cūḷahatthipadopamasutta

Perumpamaan Jejak Kaki Gajah yang Lebih Pendek

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 27

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Terkesan oleh pujian pengembara Pilotika terhadap Buddha, brahmana Jāṇussoṇi menemui Buddha sendiri, yang lalu menjelaskan perumpamaan jejak kaki gajah untuk menggambarkan keyakinan yang belum dan sudah teruji sepenuhnya.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan perumpamaan jejak kaki gajah kepada brahmana Jāṇussoṇi.

Potret Jāṇussoṇi
TOKOH

Jāṇussoṇi

Brahmana yang terkesan oleh pujian pengembara Pilotika terhadap Buddha, lalu menemui Buddha sendiri untuk mendengar penjelasannya.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Jāṇussoṇi akhirnya menemui Buddha.

KONSEP

Jejak kaki gajah

Seperti jejak kaki gajah yang besar belum tentu berasal dari gajah terbesar sebelum dilihat langsung, keyakinan pada Buddha juga perlu diuji secara bertahap, bukan sekadar dari kesan awal.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Brahmana Jāṇussoṇi bertanya kepada pengembara Pilotika tentang Buddha. Pilotika menjawab dengan perumpamaan jejak kaki gajah: dari jejak yang besar seseorang menduga ada gajah besar, tetapi kepastian baru diperoleh setelah melihat hewan itu sendiri. Ketika kisah percakapan tersebut disampaikan kepada Buddha, Buddha memperluas perumpamaan itu. Ia menggambarkan bagaimana seseorang mendengar tentang Tathāgata, memperoleh keyakinan, meninggalkan kehidupan rumah tangga, melatih sila dan penjagaan indra, mengatasi rintangan, memasuki jhāna, lalu memperoleh pengetahuan langsung. Hanya setelah pengalaman pembebasan itulah ‘jejak gajah’ menjadi lengkap dan keyakinan terhadap Buddha tidak lagi sekadar berdasarkan kesan dari luar.

mn27:7.1 Furthermore, I see some astute ascetics who are subtle, accomplished in the doctrines of others, hair-splitters. …

mn27:7.10 They don’t even get around to asking their question to the ascetic Gotama, so how could they refute his answer?

mn27:7.11 Invariably, they ask the ascetic Gotama for the chance to go forth.

mn27:7.12 And he gives them the going-forth.

mn27:7.13 Soon after going forth, living withdrawn, diligent, keen, and resolute, they realize the supreme culmination of the spiritual path in this very life. They live having achieved with their own insight the goal for which gentlemen rightly go forth from the lay life to homelessness.

mn27:7.15 ‘We were almost lost! We almost perished!

mn27:7.16 For we used to claim that we were ascetics, brahmins, and perfected ones, but we were none of these things.

mn27:7.17 But now we really are ascetics, brahmins, and perfected ones!’

mn27:7.18 When I saw this fourth footprint of the ascetic Gotama, I came to the conclusion,

mn27:7.19 ‘The Blessed One is a fully awakened Buddha. The teaching is well explained. The Saṅgha is practicing well.’

mn27:7.20 It’s because I saw these four footprints of the ascetic Gotama that I came to the conclusion,

mn27:7.21 ‘The Blessed One is a fully awakened Buddha. The teaching is well explained. The Saṅgha is practicing well.’”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.