‹
MN 26

Pāsarāsisutta

Pencarian Mulia

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 26

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Diminta oleh Ānanda untuk menceritakan kembali, Buddha menuturkan Pāsarāsi Sutta: pencarian mulia yang ditempuhnya sebelum tercerahkan — dari berguru pada Āḷāra Kālāma dan Uddaka Rāmaputta hingga akhirnya memutuskan mengajar Dhamma.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menceritakan kembali pencarian mulianya sebelum tercerahkan.

Ānanda
TOKOH

Ānanda

Murid setia yang mengarahkan para bhikkhu ke pertapaan Rammaka agar dapat mendengar khotbah Buddha, yang kemudian menceritakan pencarian mulianya.

TEMPAT

Pertapaan Rammaka

Tempat Buddha menceritakan kembali perjalanan pencarian mulianya sebelum tercerahkan, atas permintaan para bhikkhu.

KONSEP

Pencarian mulia dan tidak mulia

Mengejar sesuatu yang masih tunduk pada kelahiran, usia tua, dan kematian adalah pencarian tidak mulia; mencari yang bebas dari semua itu — Nibbāna — adalah pencarian mulia.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Ketika para bhikkhu bertanya tentang pencarian yang mulia, Buddha menceritakan perjalanan hidupnya sendiri sebelum pencerahan. Ia menyadari bahwa sebagai orang yang masih tunduk pada kelahiran, penuaan, sakit dan kematian, tidak masuk akal bila ia terus mencari hal-hal yang juga tunduk pada nasib yang sama. Ia meninggalkan kehidupan rumah tangga, belajar kepada Āḷāra Kālāma dan Uddaka Rāmaputta, menguasai pencapaian yang mereka ajarkan, tetapi melihat bahwa semuanya belum membawa pada akhir penderitaan. Ia kemudian berjuang sendiri hingga menemukan Nibbāna. Setelah sempat ragu apakah Dhamma yang dalam itu dapat dipahami orang lain, Buddha memutuskan mengajar dan pergi menemui lima pertapa, yang akhirnya menjadi murid pertama yang menerima jalan pembebasan.

mn26:16.1 I set out to discover what is skillful, seeking the supreme state of sublime peace. I approached Uddaka son of Rāma and said to him,

mn26:16.2 ‘Reverend, I wish to lead the spiritual life in this teaching and training.’

mn26:16.5 This teaching is such that a sensible person can soon realize their own denomination with their own insight and live having achieved it.’

mn26:16.6 I quickly memorized that teaching.

mn26:16.7 As far as lip-recital and verbal repetition went, I spoke the doctrine of knowledge, the elder doctrine. I claimed to know and see, and so did others.

mn26:16.9 ‘It is not solely by mere faith that Rāma declared: “I realize this teaching with my own insight, and live having achieved it.”

mn26:16.10 Surely he meditated knowing and seeing this teaching.’

mn26:16.11 So I approached Uddaka son of Rāma and said to him,

mn26:16.12 ‘Reverend, to what extent did Rāma say he’d realized this teaching with his own insight?’

mn26:16.13 When I said this, Uddaka son of Rāma declared the dimension of neither perception nor non-perception.

mn26:16.15 ‘It’s not just Rāma who had faith,

mn26:16.20 Why don’t I make an effort to realize the same teaching that Rāma said he had realized with his own insight?’

mn26:16.21 I quickly realized that teaching with my own insight, and lived having achieved it.

mn26:16.22 So I approached Uddaka son of Rāma and said to him,

mn26:16.23 ‘Reverend, had Rāma realized this teaching with his own insight up to this point, and declared having achieved it?’

mn26:16.25 ‘I too have realized this teaching with my own insight up to this point, and live having achieved it.’

mn26:16.26 ‘We are fortunate, reverend, so very fortunate

mn26:16.27 to see a venerable such as yourself as one of our spiritual companions!

mn26:16.28 So the teaching that Rāma had realized with his own insight, and declared having achieved it, you’ve realized with your own insight, and dwell having achieved it.

mn26:16.29 The teaching that you’ve realized with your own insight, and dwell having achieved it, Rāma had realized with his own insight, and declared having achieved it.

mn26:16.30 So the teaching that Rāma directly knew, you know, and the teaching you know, Rāma directly knew.

mn26:16.31 Rāma was like you and you are like Rāma.

mn26:16.32 Come now, reverend! You should lead this community.’

mn26:16.33 And that is how my spiritual companion Uddaka son of Rāma placed me in the position of a tutor and honored me with high praise.

mn26:16.35 ‘This teaching doesn’t lead to disillusionment, dispassion, cessation, peace, insight, awakening, and extinguishment. It only leads as far as rebirth in the dimension of neither perception nor non-perception.’

mn26:16.36 Realizing that this teaching was inadequate, I left disappointed.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.