‹
MN 25

Nivāpasutta

Khotbah tentang Umpan

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 25

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Buddha memakai perumpamaan seorang pemburu yang menabur umpan untuk kawanan rusa, membandingkannya dengan jerat Māra terhadap empat kelompok petapa dan cara sebagian dari mereka lolos. Inilah Nivāpa Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan perumpamaan pemburu dan kawanan rusa kepada para bhikkhu.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan perumpamaan ini kepada para bhikkhu.

KONSEP

Umpan dan kawanan rusa

Seperti pemburu menabur umpan untuk menjerat rusa, Māra menyediakan kenikmatan indria sebagai jerat; hanya yang memahami jerat itu dapat melewatinya dengan selamat.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha memakai gambaran seorang pemburu yang memasang umpan bagi kawanan rusa. Sebagian rusa langsung memakan umpan dan jatuh ke dalam kuasa pemburu; sebagian melarikan diri tetapi akhirnya kembali karena kekurangan makanan; kelompok lain mencoba hidup dekat umpan sambil berhati-hati namun tetap ditemukan. Baru kelompok yang memahami cara kerja perangkap dapat hidup tanpa dikuasai pemburu. Buddha kemudian menghubungkan kisah itu dengan kenikmatan indria dan kekuasaan Māra, lalu menjelaskan bagaimana seorang praktisi memasuki tingkat-tingkat meditasi hingga mencapai keadaan yang berada di luar jangkauan Māra.

mn25:9.1 So then a second group of ascetics and brahmins thought up a plan,

mn25:9.2 ‘The first group of ascetics and brahmins became indulgent …

mn25:9.4 and failed to get free of Māra’s power.

mn25:9.5 Why don’t we refrain from eating the seed and the worldly pleasures of the flesh altogether? Refraining from dangerous food, we can venture deep into a wilderness region and live there.’

mn25:9.7 And that’s just what they did.

mn25:9.8 They ate herbs, millet, wild rice, poor rice, water lettuce, rice bran, scum from boiling rice, sesame flour, grass, or cow dung. They survived on forest roots and fruits, or eating fallen fruit.

mn25:9.9 But when it came to the last month of summer, the grass and water ran out. Their bodies became much too thin,

mn25:9.10 and they lost their strength and energy.

mn25:9.11 Because of this, they lost their heart’s release,

mn25:9.12 so they went back to where Māra had sown the seed and the worldly pleasures of the flesh.

mn25:9.13 Intruding on that place, they recklessly enjoyed eating them …

mn25:9.15 And that’s how the second group of ascetics and brahmins failed to get free from Māra’s power.

mn25:9.16 This second group of ascetics and brahmins is just like the second herd of deer, I say.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.