‹
MN 23

Vammikasutta

Khotbah tentang Gundukan Tanah

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 23

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Seorang dewata memberi teka-teki simbolis tentang gundukan rayap kepada Yang Mulia Kassapa Sang Pangeran di malam hari. Buddha kemudian menjelaskan bahwa gundukan itu adalah perumpamaan tubuh dan proses batin manusia.

TOKOH

Kassapa Sang Pangeran

Bhikkhu yang menerima teka-teki simbolis dari seorang dewata tentang gundukan rayap, lalu membawanya kepada Buddha untuk dijelaskan.

TOKOH

Dewata

Makhluk bercahaya yang memberi teka-teki tentang gundukan rayap kepada Kassapa Sang Pangeran di tengah malam.

TEMPAT

Hutan Gelap

Hutan tempat Kassapa Sang Pangeran menginap dan menerima teka-teki dari dewata.

KONSEP

Gundukan rayap sebagai perumpamaan

Setiap bagian gundukan rayap — asap, api, lumpur, dan seterusnya — melambangkan unsur dalam tubuh dan batin yang perlu digali dan dipahami maknanya.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Kumāra Kassapa sedang tinggal di Hutan Gelap ketika sesosok dewa menemuinya pada malam hari dan menyampaikan sebuah teka-teki tentang gundukan rayap yang berasap pada malam hari dan menyala pada siang hari. Dalam teka-teki itu seorang brahmana menyuruh orang bijaksana menggali dan menemukan berbagai benda aneh—palang, katak, persimpangan jalan, saringan, kura-kura, pisau dan bongkahan daging—sebelum akhirnya menemukan seekor nāga. Karena tidak memahami maknanya, Kassapa menemui Buddha. Buddha lalu menguraikan simbol-simbol tersebut satu demi satu sebagai gambaran tubuh, aktivitas batin, keraguan, lima rintangan, lima kelompok kemelekatan, kenikmatan indria dan latihan, sampai teka-teki itu berubah menjadi peta perjalanan batin.

mn23:2.1 “Bhikkhu bhikkhu, ayaṁ vammiko rattiṁ dhūmāyati, divā pajjalati.

mn23:2.3 ‘abhikkhaṇa, sumedha, satthaṁ ādāyā’ti.

mn23:2.4 Abhikkhaṇanto sumedho satthaṁ ādāya addasa laṅgiṁ

mn23:2.8 abhikkhaṇa, sumedha, satthaṁ ādāyā’ti.

mn23:2.9 Abhikkhaṇanto sumedho satthaṁ ādāya addasa uddhumāyikaṁ.

mn23:2.13 abhikkhaṇa, sumedha, satthaṁ ādāyā’ti.

mn23:2.14 Abhikkhaṇanto sumedho satthaṁ ādāya addasa dvidhāpathaṁ.

mn23:2.18 abhikkhaṇa, sumedha, satthaṁ ādāyā’ti.

mn23:2.19 Abhikkhaṇanto sumedho satthaṁ ādāya addasa caṅgavāraṁ.

mn23:2.23 abhikkhaṇa, sumedha, satthaṁ ādāyā’ti.

mn23:2.24 Abhikkhaṇanto sumedho satthaṁ ādāya addasa kummaṁ.

mn23:2.28 abhikkhaṇa, sumedha, satthaṁ ādāyā’ti.

mn23:2.29 Abhikkhaṇanto sumedho satthaṁ ādāya addasa asisūnaṁ.

mn23:2.33 abhikkhaṇa, sumedha, satthaṁ ādāyā’ti.

mn23:2.34 Abhikkhaṇanto sumedho satthaṁ ādāya addasa maṁsapesiṁ.

mn23:2.38 abhikkhaṇa, sumedha, satthaṁ ādāyā’ti.

mn23:2.39 Abhikkhaṇanto sumedho satthaṁ ādāya addasa nāgaṁ.

mn23:2.42 ‘tiṭṭhatu nāgo, mā nāgaṁ ghaṭṭesi; namo karohi nāgassā’ti.

mn23:2.43 Ime kho tvaṁ, bhikkhu, pañhe bhagavantaṁ upasaṅkamitvā puccheyyāsi, yathā ca te bhagavā byākaroti tathā naṁ dhāreyyāsi.

mn23:2.44 Nāhaṁ taṁ, bhikkhu, passāmi sadevake loke samārake sabrahmake sassamaṇabrāhmaṇiyā pajāya sadevamanussāya, yo imesaṁ pañhānaṁ veyyākaraṇena cittaṁ ārādheyya aññatra tathāgatena vā, tathāgatasāvakena vā, ito vā pana sutvā”ti—

mn23:2.46 Idaṁ vatvā tatthevantaradhāyi.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.