
Buddha
Guru yang mengajarkan lima cara praktis menghentikan pikiran buruk yang mengganggu meditasi.
Vitakkasaṇṭhānasutta — Cara Menghentikan Pikiran
Vitakkasaṇṭhāna Sutta mengajarkan lima cara praktis menghentikan pikiran buruk yang mengganggu meditasi, mulai dari mengalihkan perhatian hingga menekan pikiran sebagai upaya terakhir.

Guru yang mengajarkan lima cara praktis menghentikan pikiran buruk yang mengganggu meditasi.

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan ajaran ini kepada para bhikkhu.
Mengalihkan ke objek lain, merenungkan bahayanya, mengabaikannya, menenangkan penyebabnya secara bertahap, dan akhirnya menekannya dengan kehendak yang kuat bila cara lain gagal.
Buddha mengajarkan lima cara yang dapat digunakan seorang bhikkhu ketika pikiran buruk dan tidak bermanfaat terus muncul saat ia sedang melatih batin. Pertama ia dapat mengalihkan perhatian kepada objek yang bermanfaat; bila belum berhasil, ia melihat bahaya dan kehinaan pikiran tersebut; berikutnya ia berhenti memberi perhatian kepadanya; kemudian ia menenangkan proses pembentukan pikiran itu; dan sebagai jalan terakhir ia mengerahkan tekad kuat untuk menundukkannya. Setiap cara diterangkan melalui perumpamaan yang konkret, sehingga sutta bergerak seperti panduan bertahap untuk menghadapi pikiran mengganggu sampai batin kembali berada di bawah kendali.
mn20:6.1 Now, suppose that mendicant is ignoring and forgetting about those thoughts, but bad, unskillful thoughts connected with desire, hate, and delusion keep coming up. They should focus on stopping the formation of those thoughts.
mn20:6.2 As they do so, those bad thoughts are given up and come to an end.
mn20:6.3 Their mind becomes stilled internally; it settles, unifies, and becomes immersed in samādhi.
mn20:6.4 Suppose there was a person walking quickly.
mn20:6.5 They’d think:
mn20:6.6 ‘Why am I walking so quickly?
mn20:6.7 Why don’t I slow down?’
mn20:6.8 So they’d slow down.
mn20:6.9 They’d think:
mn20:6.10 ‘Why am I walking slowly?
mn20:6.11 Why don’t I stand still?’
mn20:6.12 So they’d stand still.
mn20:6.13 They’d think:
mn20:6.14 ‘Why am I standing still?
mn20:6.15 Why don’t I sit down?’
mn20:6.16 So they’d sit down.
mn20:6.17 They’d think:
mn20:6.18 ‘Why am I sitting?
mn20:6.19 Why don’t I lie down?’
mn20:6.20 So they’d lie down.
mn20:6.21 And so that person would shun successively coarser postures and adopt more subtle ones.
mn20:6.22 In the same way, a mendicant … those thoughts are given up and come to an end …
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.