
Buddha
Guru yang menyampaikan Mūlapariyāya Sutta kepada para bhikkhu dan membedakan cara memahami pengalaman.
Mūlapariyāyasutta
Tiga pintu masuk sebelum membaca: siapa yang mengajar, tempat ajaran disampaikan, dan cara sutta ini membandingkan kemelekatan dengan pemahaman.

Guru yang menyampaikan Mūlapariyāya Sutta kepada para bhikkhu dan membedakan cara memahami pengalaman.

Sebuah hutan dekat Ukkatthā, tempat Buddha menyampaikan Mūlapariyāya Sutta kepada para bhikkhu.

Pengalaman yang sama dapat digenggam sebagai aku dan milikku, diamati dalam latihan, atau dipahami tanpa kemelekatan.
Buddha berkumpul dengan para bhikkhu dan menguraikan bagaimana seorang yang belum terlatih memandang unsur-unsur pengalaman—mulai dari tanah, air, api dan angin hingga makhluk, para dewa, keadaan batin, apa yang dilihat dan didengar, bahkan Nibbāna. Ia menunjukkan bagaimana pengenalan terhadap sesuatu dapat segera diikuti oleh anggapan, kepemilikan dan gagasan ‘aku’. Uraian kemudian bergerak melalui cara seorang siswa yang masih berlatih, seorang arahat, hingga seorang Tathāgata memahami pengalaman tanpa lagi membangun kemelekatan di atasnya.
mn1:27.1 A mendicant who is a trainee, who hasn’t achieved their heart’s desire, but lives aspiring to the supreme sanctuary from the yoke, directly knows earth as earth.
mn1:27.2 Having directly known earth as earth, let them not conceive it to be earth, let them not conceive it in earth, let them not conceive it as earth, let them not conceive that ‘earth is mine’, let them not approve earth.
mn1:27.3 Why is that?
mn1:27.4 So that they may completely understand it, I say.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.