
Buddha
Pembicaraan melibatkan pandangan Uttara, murid Pārāsariya, lalu Buddha menjelaskan makna pengembangan indra kepada Ānanda.
Khotbah tentang Pengembangan Indria

Indriyabhāvanā Sutta menutup Majjhima Nikāya dengan pembahasan pengembangan indra.

Pembicaraan melibatkan pandangan Uttara, murid Pārāsariya, lalu Buddha menjelaskan makna pengembangan indra kepada Ānanda.

Pembicaraan melibatkan pandangan Uttara, murid Pārāsariya, lalu Buddha menjelaskan makna pengembangan indra kepada Ānanda.
Pembicaraan melibatkan pandangan Uttara, murid Pārāsariya, lalu Buddha menjelaskan makna pengembangan indra kepada Ānanda.
Latar sutta berada di Kajangala.
Indra yang berkembang bukan berarti tidak melihat atau mendengar, tetapi tidak dikuasai reaksi melekat dan menolak.
Uttara, murid brahmana Pārāsariya, mengatakan bahwa gurunya mengajarkan pengembangan indra dengan cara mata tidak melihat bentuk dan telinga tidak mendengar suara. Buddha menunjukkan kelemahannya: dengan ukuran itu orang buta dan tuli justru menjadi orang yang paling terlatih. Beliau lalu menjelaskan pengembangan indra menurut para mulia: ketika objek indra menimbulkan rasa menyenangkan, tidak menyenangkan atau campuran, praktisi mengetahui reaksi itu sebagai sesuatu yang terbentuk dan mampu tidak dikuasainya, sampai keseimbangan dapat ditegakkan dengan cepat. Ānanda diminta mengingat ajaran tersebut sebagai latihan penguasaan indra tanpa harus melarikan diri dari dunia.
mn152:5.1 Furthermore, when a mendicant hears a sound with their ears, the agreeable, the disagreeable, and the both agreeable and disagreeable arise in them.
mn152:5.2 They understand:
mn152:5.3 ‘What is agreeable, what is disagreeable, and what is both agreeable and disagreeable have arisen in me.
mn152:5.4 That’s conditioned, crude, and dependently originated.
mn152:5.5 But this is peaceful and sublime, namely
mn152:5.6 equanimity.’
mn152:5.7 Then the agreeable, the disagreeable, and the both agreeable and disagreeable that arose in them cease,
mn152:5.8 and equanimity becomes stabilized.
mn152:5.9 It’s like how a strong person can effortlessly snap their fingers.
mn152:5.10 Such is the speed, the swiftness, the ease with which anything agreeable, disagreeable, and both agreeable and disagreeable that arose in them cease, and equanimity becomes stabilized.
mn152:5.11 In the training of the Noble One this is called the supreme development of the faculties regarding sounds known by the ear.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.