
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu memahami pengalaman secara terstruktur.
Khotbah Enam Demi Enam

Chachakka Sutta adalah uraian tentang enam kelompok enam.

Buddha mengajar para bhikkhu memahami pengalaman secara terstruktur.
Buddha mengajar para bhikkhu memahami pengalaman secara terstruktur.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī.
Penderitaan dapat dipahami dengan melihat bagaimana indra, kontak, perasaan, dan keinginan saling berhubungan.
Buddha menguraikan enam kelompok yang masing-masing berisi enam: indra, objek, kesadaran, kontak, perasaan dan keinginan yang muncul berdasarkan masing-masing pasangan indra-objek. Dari jaringan itu beliau menunjukkan bahwa tidak satu pun komponennya layak dianggap diri. Orang yang tidak terlatih bereaksi terhadap perasaan dengan kesenangan, penolakan atau kebingungan sehingga kecenderungan nafsu, kebencian dan ketidaktahuan berkembang; murid yang terlatih mengalami proses yang sama tanpa menambah bahan bakar. Analisis enam sextet itu menjadikan pengalaman indra sebagai tempat langsung untuk memahami bukan-diri dan memutus belenggu.
mn148:6.1 ‘The six classes of consciousness should be understood.’
mn148:6.2 That’s what I said, but why did I say it?
mn148:6.3 Eye consciousness arises dependent on the eye and sights.
mn148:6.4 Ear consciousness arises dependent on the ear and sounds.
mn148:6.5 Nose consciousness arises dependent on the nose and smells.
mn148:6.6 Tongue consciousness arises dependent on the tongue and tastes.
mn148:6.7 Body consciousness arises dependent on the body and touches.
mn148:6.8 Mind consciousness arises dependent on the mind and ideas.
mn148:6.9 ‘The six classes of consciousness should be understood.’
mn148:6.10 That’s what I said, and this is why I said it.
mn148:6.11 This is the third set of six.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.