
Buddha
Puṇṇa tampil sebagai murid yang siap membawa latihan ke tempat sulit.
Khotbah tentang Nasihat kepada Puṇṇa

Puṇṇovāda Sutta menampilkan Puṇṇa yang meminta ajaran singkat sebelum pergi ke Sunāparanta.

Puṇṇa tampil sebagai murid yang siap membawa latihan ke tempat sulit.
Puṇṇa tampil sebagai murid yang siap membawa latihan ke tempat sulit.
Sunāparanta menjadi tujuan Puṇṇa, digambarkan sebagai wilayah yang menantang.
Latihan sejati tampak ketika seseorang mampu menghadapi perlakuan keras tanpa membalas dengan kebencian.
Puṇṇa meminta Buddha memberi ajaran singkat sebelum ia pergi berlatih sendiri. Buddha menjelaskan enam indra dan bagaimana kegembiraan serta kemelekatan pada objek indra menumbuhkan penderitaan, sedangkan tidak menyambutnya dengan kemelekatan membawa penghentian. Ketika Puṇṇa mengatakan hendak pergi ke Sunāparanta, wilayah yang penduduknya dikenal keras, Buddha mengujinya: bagaimana bila ia dicaci, dipukul, dilempari, diserang dengan senjata, bahkan dibunuh? Pada setiap kemungkinan Puṇṇa menemukan alasan untuk tetap tanpa kebencian. Buddha menyatakan ia siap; Puṇṇa kemudian pergi, membimbing banyak orang, dan mencapai tujuan latihan.
mn145:4.1 There are sights known by the eye, which are likable, desirable, agreeable, pleasant, sensual, and arousing.
mn145:4.2 If a mendicant doesn’t approve, welcome, and keep clinging to them,
mn145:4.3 relishing ceases.
mn145:4.4 When relishing ceases, suffering ceases, I say.
mn145:4.5 There are sounds known by the ear …
mn145:4.6 smells known by the nose …
mn145:4.7 tastes known by the tongue …
mn145:4.8 touches known by the body …
mn145:4.9 ideas known by the mind, which are likable, desirable, agreeable, pleasant, sensual, and arousing.
mn145:4.10 If a mendicant doesn’t approve, welcome, and keep clinging to them,
mn145:4.11 relishing ceases.
mn145:4.12 When relishing ceases, suffering ceases, I say.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.