
Buddha
Buddha memperkenalkan ajaran, sementara Sāriputta menguraikannya.
Saccavibhaṅgasutta — Analisis Kebenaran-Kebenaran

Saccavibhaṅga Sutta menguraikan Empat Kebenaran Mulia.

Buddha memperkenalkan ajaran, sementara Sāriputta menguraikannya.

Buddha memperkenalkan ajaran, sementara Sāriputta menguraikannya.
Latar sutta berkaitan dengan tempat awal diputarnya roda Dhamma.
Empat Kebenaran Mulia menjadi peta dasar untuk memahami penderitaan dan jalan keluarnya.
Buddha memperkenalkan Sāriputta dan Mahāmoggallāna sebagai dua sahabat yang patut diikuti, lalu Sāriputta memberikan uraian terperinci tentang Empat Kebenaran Mulia. Penderitaan dijabarkan melalui kelahiran, penuaan, kematian, kesedihan, rasa sakit, tidak memperoleh yang diinginkan dan lima kelompok kemelekatan; asalnya melalui kehausan; penghentiannya melalui pelepasan kehausan; dan jalan menuju penghentian melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Uraian Sāriputta mengubah empat rumusan singkat menjadi peta yang jelas tentang apa yang harus dipahami, ditinggalkan, direalisasikan dan dikembangkan.
mn141:32.1 Near Varanasi, in the deer park at Isipatana, the Realized One, the perfected one, the fully awakened Buddha rolled forth the supreme Wheel of Dhamma. And that wheel cannot be rolled back by any ascetic or brahmin or god or Māra or divinity or by anyone in the world.
mn141:32.2 It is the teaching, advocating, establishing, clarifying, analyzing, and revealing of the four noble truths.”
mn141:32.3 That is what Venerable Sāriputta said.
mn141:32.4 Satisfied, the mendicants approved what Sāriputta said.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.