
Buddha
Pukkusāti adalah pencari Dhamma yang belum mengenali Buddha saat menerima ajaran langsung darinya.
Khotbah tentang Analisis Unsur-unsur

Dhātuvibhaṅga Sutta mempertemukan Buddha dengan Pukkusāti di pondok pembuat tembikar.

Pukkusāti adalah pencari Dhamma yang belum mengenali Buddha saat menerima ajaran langsung darinya.

Pukkusāti adalah pencari Dhamma yang belum mengenali Buddha saat menerima ajaran langsung darinya.
Sutta ini berlatar tempat sederhana dan hening.
Dengan melihat pengalaman sebagai unsur, kemelekatan pada diri menjadi lebih longgar.
Pukkusāti, yang meninggalkan rumah karena keyakinan kepada Buddha tetapi belum pernah bertemu beliau, bermalam di sebuah tempat pembuat tembikar. Buddha datang ke tempat yang sama, tetapi Pukkusāti tidak mengenalinya. Sang Guru lalu mengajarkan enam unsur dan empat penopang batin, membawa pendengarnya semakin dalam sampai Pukkusāti menyadari siapa orang yang sedang mengajarnya. Ia meminta penahbisan, tetapi belum memiliki mangkuk dan jubah lengkap; ketika pergi mencarinya ia tewas diseruduk sapi. Buddha kemudian menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa Pukkusāti telah mencapai tingkat yang tidak kembali lagi ke dunia ini.
‘Yattha ṭhitaṁ maññassavā nappavattanti, maññassave kho pana nappavattamāne muni santoti vuccatī’ti—
‘Di mana mereka berdiri, arus-arus pemikiran tidak mengalir. Dan ketika arus-arus pemikiran tidak mengalir, mereka disebut seorang bijaksana yang damai.’
iti yaṁ taṁ vuttaṁ, idametaṁ paṭicca vuttaṁ.
Demikianlah apa yang telah Kukatakan, dan inilah alasannya Aku mengatakannya.
Imaṁ kho me tvaṁ, bhikkhu, saṅkhittena chadhātuvibhaṅgaṁ dhārehī”ti.
Oleh karena itu, bhikkhu, engkau harus mengingat analisis singkat tentang enam unsur ini.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.