
Buddha
Pukkusāti adalah pencari Dhamma yang belum mengenali Buddha saat menerima ajaran langsung darinya.
Khotbah tentang Analisis Unsur-unsur

Dhātuvibhaṅga Sutta mempertemukan Buddha dengan Pukkusāti di pondok pembuat tembikar.

Pukkusāti adalah pencari Dhamma yang belum mengenali Buddha saat menerima ajaran langsung darinya.

Pukkusāti adalah pencari Dhamma yang belum mengenali Buddha saat menerima ajaran langsung darinya.
Sutta ini berlatar tempat sederhana dan hening.
Dengan melihat pengalaman sebagai unsur, kemelekatan pada diri menjadi lebih longgar.
Pukkusāti, yang meninggalkan rumah karena keyakinan kepada Buddha tetapi belum pernah bertemu beliau, bermalam di sebuah tempat pembuat tembikar. Buddha datang ke tempat yang sama, tetapi Pukkusāti tidak mengenalinya. Sang Guru lalu mengajarkan enam unsur dan empat penopang batin, membawa pendengarnya semakin dalam sampai Pukkusāti menyadari siapa orang yang sedang mengajarnya. Ia meminta penahbisan, tetapi belum memiliki mangkuk dan jubah lengkap; ketika pergi mencarinya ia tewas diseruduk sapi. Buddha kemudian menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa Pukkusāti telah mencapai tingkat yang tidak kembali lagi ke dunia ini.
mn140:19.1 Yang tersisa hanyalah kesadaran murni, bersih dan cemerlang.
mn140:19.2 Dan apakah yang diketahui oleh kesadaran itu?
mn140:19.3 Ia mengetahui ‘senang’, mengetahui ‘sakit’, dan mengetahui ‘netral’.
mn140:19.4 Para bhikkhu, perasaan menyenangkan muncul bergantung pada kontak yang dialami sebagai menyenangkan.
mn140:19.5 Ketika merasakan perasaan menyenangkan, ia memahami: ‘Aku merasakan perasaan menyenangkan.’
mn140:19.6 Ia mengetahui: ‘Dengan lenyapnya kontak yang dialami sebagai menyenangkan itu, perasaan menyenangkan yang muncul bergantung pada kontak yang dialami sebagai menyenangkan itu turut lenyap dan menjadi tenang.’
mn140:19.7 Para bhikkhu, perasaan menyakitkan muncul bergantung pada kontak yang dialami sebagai menyakitkan.
mn140:19.8 Ketika merasakan perasaan menyakitkan, ia mengetahui: ‘Aku merasakan perasaan menyakitkan.’
mn140:19.9 Ia mengetahui: ‘Dengan lenyapnya kontak yang dialami sebagai menyakitkan itu, perasaan menyakitkan yang muncul bergantung pada kontak yang dialami sebagai menyakitkan itu turut lenyap dan menjadi tenang.’
mn140:19.10 Para bhikkhu, perasaan netral muncul bergantung pada kontak yang dialami sebagai netral.
mn140:19.11 Ketika merasakan perasaan yang netral, ia mengetahui: ‘Aku merasakan perasaan netral.’
mn140:19.12 Ia mengetahui: ‘Dengan lenyapnya kontak yang harus dialami sebagai netral itu, perasaan netral yang muncul bergantung pada kontak yang harus dialami sebagai netral itu menjadi padam dan tenang.’
mn140:19.13 Bagaikan, bhikkhu, ketika dua batang kayu saling bergesekan dan bertemu, timbullah panas dan muncullah api; tetapi ketika kedua batang kayu itu dipisahkan dan diletakkan terpisah, panas yang timbul itu menjadi padam dan tenang;
mn140:19.14 Demikian pula, bhikkhu, perasaan menyenangkan muncul bergantung pada kontak yang harus dialami sebagai menyenangkan. …
mn140:19.15 Ketika merasakan perasaan menyenangkan, ia mengetahui: ‘Aku merasakan perasaan menyenangkan.’
mn140:19.16 Ia memahami: ‘Dengan lenyapnya kontak yang dirasakan sebagai menyenangkan itu, perasaan menyenangkan yang muncul bergantung pada kontak yang dirasakan sebagai menyenangkan itu—apa pun yang dirasakan sebagai akibatnya—menjadi padam dan menjadi tenang.’
mn140:19.17 Kontak yang dirasakan sebagai menyakitkan, bhikkhu, muncul bergantung padanya perasaan menyakitkan.
mn140:19.18 Saat merasakan perasaan menyakitkan, ia memahami: ‘Aku merasakan perasaan menyakitkan.’
mn140:19.19 Ia memahami: ‘Dengan lenyapnya kontak yang dirasakan sebagai menyakitkan itu, perasaan menyakitkan yang muncul bergantung pada kontak yang dirasakan sebagai menyakitkan itu—apa pun yang dirasakan sebagai akibatnya—menjadi padam dan menjadi tenang.’
mn140:19.20 Kontak yang dirasakan sebagai netral, bhikkhu, muncul bergantung padanya perasaan netral.
mn140:19.21 Saat merasakan perasaan netral, ia memahami: ‘Aku merasakan perasaan netral.’
mn140:19.22 Ia memahami: ‘Dengan lenyapnya kontak yang dirasakan sebagai netral itu, perasaan netral yang muncul bergantung pada kontak yang dirasakan sebagai netral itu—apa pun yang dirasakan sebagai akibatnya—menjadi padam dan menjadi tenang.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.