‹
MN 140

Dhātuvibhaṅgasutta

Khotbah tentang Analisis Unsur-unsur

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 140, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 140

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Dhātuvibhaṅga Sutta mempertemukan Buddha dengan Pukkusāti di pondok pembuat tembikar.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Pukkusāti adalah pencari Dhamma yang belum mengenali Buddha saat menerima ajaran langsung darinya.

Potret Pukkusāti
TOKOH

Pukkusāti

Pukkusāti adalah pencari Dhamma yang belum mengenali Buddha saat menerima ajaran langsung darinya.

TEMPAT

Pondok pembuat tembikar di Rājagaha

Sutta ini berlatar tempat sederhana dan hening.

GAGASAN

Tubuh dan batin sebagai unsur

Dengan melihat pengalaman sebagai unsur, kemelekatan pada diri menjadi lebih longgar.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Pukkusāti, yang meninggalkan rumah karena keyakinan kepada Buddha tetapi belum pernah bertemu beliau, bermalam di sebuah tempat pembuat tembikar. Buddha datang ke tempat yang sama, tetapi Pukkusāti tidak mengenalinya. Sang Guru lalu mengajarkan enam unsur dan empat penopang batin, membawa pendengarnya semakin dalam sampai Pukkusāti menyadari siapa orang yang sedang mengajarnya. Ia meminta penahbisan, tetapi belum memiliki mangkuk dan jubah lengkap; ketika pergi mencarinya ia tewas diseruduk sapi. Buddha kemudian menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa Pukkusāti telah mencapai tingkat yang tidak kembali lagi ke dunia ini.

mn140:33.2 “It seems the Teacher has come to me! The Holy One has come to me! The fully awakened Buddha has come to me!” He got up from his seat, arranged his robe over one shoulder, bowed with his head to the Buddha’s feet, and said,

mn140:33.3 “I made a mistake, sir. It was foolish, stupid, and unskillful of me to presume to address the Buddha as ‘reverend’.

mn140:33.4 Please, sir, accept my mistake for what it is, so I will restrain myself in future.”

mn140:33.5 “Indeed, mendicant, you made a mistake. It was foolish, stupid, and unskillful of you to act in that way.

mn140:33.6 But since you have recognized your mistake for what it is, and have dealt with it properly, I accept it.

mn140:33.7 For it is growth in the training of the Noble One to recognize a mistake for what it is, deal with it properly, and commit to restraint in the future.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.