
Buddha
Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Khotbah tentang Analisis Enam Landasan Indra

Saḷāyatanavibhaṅga Sutta menguraikan enam landasan indra dan cara batin bereaksi terhadap pengalaman.

Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Pembabaran berlangsung dalam lingkungan latihan.
Pengalaman indra dapat mengikat bila disalahpahami, tetapi dapat membebaskan bila dilihat dengan kebijaksanaan.
Buddha membedah pengalaman melalui enam landasan indra dan berbagai jenis kegembiraan, kesedihan serta keseimbangan yang muncul darinya. Beliau membedakan emosi yang masih terikat pada kehidupan rumah tangga dari kualitas yang lahir dari pelepasan, lalu menunjukkan bagaimana keadaan yang lebih kasar dapat digunakan untuk bergerak menuju yang lebih halus. Uraian akhirnya sampai pada seorang yang telah terlatih dan mampu menghadapi objek menyenangkan maupun tidak menyenangkan tanpa dikuasai reaksi lama. Enam indra dengan demikian menjadi tempat membaca bagaimana emosi muncul dan bagaimana latihan mengubah hubungan seseorang dengannya.
‘Chattiṁsa sattapadā veditabbā’ti—
‘Tiga puluh enam posisi makhluk hidup harus dipahami.’
iti kho panetaṁ vuttaṁ. Kiñcetaṁ paṭicca vuttaṁ?
Demikianlah telah kukatakan. Tetapi atas dasar apakah hal itu kukatakan?
Cha gehasitāni somanassāni, cha nekkhammasitāni somanassāni, cha gehasitāni domanassāni, cha nekkhammasitāni domanassāni, cha gehasitā upekkhā, cha nekkhammasitā upekkhā.
Ada enam jenis kegembiraan duniawi dan enam jenis kegembiraan pertapaan. Ada enam jenis kesedihan duniawi dan enam jenis kesedihan pertapaan. Ada enam jenis keseimbangan batin duniawi dan enam jenis keseimbangan batin pertapaan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.