
Buddha
Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Khotbah tentang Analisis Enam Landasan Indra

Saḷāyatanavibhaṅga Sutta menguraikan enam landasan indra dan cara batin bereaksi terhadap pengalaman.

Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Pembabaran berlangsung dalam lingkungan latihan.
Pengalaman indra dapat mengikat bila disalahpahami, tetapi dapat membebaskan bila dilihat dengan kebijaksanaan.
Buddha membedah pengalaman melalui enam landasan indra dan berbagai jenis kegembiraan, kesedihan serta keseimbangan yang muncul darinya. Beliau membedakan emosi yang masih terikat pada kehidupan rumah tangga dari kualitas yang lahir dari pelepasan, lalu menunjukkan bagaimana keadaan yang lebih kasar dapat digunakan untuk bergerak menuju yang lebih halus. Uraian akhirnya sampai pada seorang yang telah terlatih dan mampu menghadapi objek menyenangkan maupun tidak menyenangkan tanpa dikuasai reaksi lama. Enam indra dengan demikian menjadi tempat membaca bagaimana emosi muncul dan bagaimana latihan mengubah hubungan seseorang dengannya.
mn137:27.1 Memiliki bentuk jasmani, ia melihat bentuk-bentuk—
mn137:27.2 ini adalah arah pertama.
mn137:27.3 Dengan tidak mempersepsikan bentuk secara internal, ia melihat bentuk-bentuk di luar—
mn137:27.4 ini adalah arah kedua.
mn137:27.5 Ia bertekad hanya pada keindahan—
mn137:27.6 ini adalah arah ketiga.
mn137:27.7 Dengan sepenuhnya melampaui persepsi-persepsi bentuk, dengan lenyapnya persepsi-persepsi kontak, dengan tidak memperhatikan persepsi-persepsi keberagaman, menyadari ‘ruang adalah tanpa batas’, ia masuk dan berdiam dalam dimensi ruang tanpa batas—
mn137:27.8 Inilah arah keempat.
mn137:27.9 Dengan sepenuhnya melampaui landasan ruang tanpa batas, menyadari bahwa 'kesadaran adalah tanpa batas', ia masuk dan berdiam dalam landasan kesadaran tanpa batas—
mn137:27.10 Inilah arah kelima.
mn137:27.11 Dengan sepenuhnya melampaui landasan kesadaran tanpa batas, menyadari bahwa 'tidak ada apa pun', ia masuk dan berdiam dalam landasan kekosongan—
mn137:27.12 Inilah arah keenam;
mn137:27.13 Dengan sepenuhnya melampaui landasan kekosongan, ia masuk dan berdiam dalam landasan bukan persepsi maupun bukan tanpa persepsi—
mn137:27.14 Inilah arah ketujuh;
mn137:27.15 Dengan sepenuhnya melampaui landasan bukan persepsi maupun bukan tanpa persepsi, ia masuk dan berdiam dalam lenyapnya persepsi dan perasaan.
mn137:27.16 Inilah arah kedelapan.
mn137:27.17 Para bhikkhu, oleh Tathāgata, Yang Arahat, Yang Tercerahkan Sempurna, seorang yang layak dilatih telah diarahkan dan berjalan melintasi delapan arah ini.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.