
Buddha
Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Khotbah tentang Analisis Enam Landasan Indra

Saḷāyatanavibhaṅga Sutta menguraikan enam landasan indra dan cara batin bereaksi terhadap pengalaman.

Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Buddha membimbing para bhikkhu melihat pengalaman indra dengan rinci.
Pembabaran berlangsung dalam lingkungan latihan.
Pengalaman indra dapat mengikat bila disalahpahami, tetapi dapat membebaskan bila dilihat dengan kebijaksanaan.
Buddha membedah pengalaman melalui enam landasan indra dan berbagai jenis kegembiraan, kesedihan serta keseimbangan yang muncul darinya. Beliau membedakan emosi yang masih terikat pada kehidupan rumah tangga dari kualitas yang lahir dari pelepasan, lalu menunjukkan bagaimana keadaan yang lebih kasar dapat digunakan untuk bergerak menuju yang lebih halus. Uraian akhirnya sampai pada seorang yang telah terlatih dan mampu menghadapi objek menyenangkan maupun tidak menyenangkan tanpa dikuasai reaksi lama. Enam indra dengan demikian menjadi tempat membaca bagaimana emosi muncul dan bagaimana latihan mengubah hubungan seseorang dengannya.
mn137:22.1 The first case is when the Teacher teaches Dhamma to his disciples out of kindness and sympathy:
mn137:22.2 ‘This is for your welfare. This is for your happiness.’
mn137:22.3 But their disciples don’t want to listen. They don’t actively listen or try to understand. They proceed having turned away from the Teacher’s instruction.
mn137:22.4 In this case the Realized One is not unhappy, he does not feel unhappiness. He remains unfestering, mindful and aware.
mn137:22.5 This is the first case in which the Noble One cultivates the establishment of mindfulness.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.