Lomasakaṅgiya
Lomasakaṅgiya menjadi tokoh utama percakapan, sementara Candana mengingatkan pentingnya ajaran ini.
Lomasakaṅgiya dan Satu Malam yang Baik

Lomasakaṅgiyabhaddekaratta Sutta membawa ajaran satu malam yang baik ke dalam percakapan lain.
Lomasakaṅgiya menjadi tokoh utama percakapan, sementara Candana mengingatkan pentingnya ajaran ini.
Lomasakaṅgiya menjadi tokoh utama percakapan, sementara Candana mengingatkan pentingnya ajaran ini.
Latar sutta berkaitan dengan wilayah Sakya.
Dhamma perlu diingat, dicari kembali, dan direnungkan sampai menjadi arah hidup.
Ketika Lomasakaṅgiya berada di Kapilavatthu, dewa muda Candana datang pada malam hari dan menanyakan ajaran 'Satu Malam yang Baik'. Lomasakaṅgiya mengaku belum mengetahuinya, sedangkan Candana hanya mengingat syair yang pernah didengarnya ketika Buddha mengajar para dewa. Setelah mendengar syair itu, Lomasakaṅgiya menempuh perjalanan untuk menemui Buddha dan meminta penjelasan langsung. Buddha lalu menguraikan bagaimana kemelekatan pada pengalaman masa lalu, masa depan dan masa kini mengguncang batin, sedangkan melihat pengalaman tanpa menjadikannya diri atau milik membawa kebebasan dari keterikatan.
mn134:6.1 “But mendicant, do you know that god?”
mn134:6.2 “I do not, sir.”
mn134:6.3 “That godling was named Candana.
mn134:6.4 Candana pays attention, applies the mind, concentrates wholeheartedly, and actively listens to the teaching.
mn134:6.5 Well then, mendicant, listen and apply your mind well, I will speak.”
mn134:6.6 “Yes, sir,” Lomasakaṅgiya replied.
mn134:6.7 The Buddha said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.