
Mahākaccāna
Mahākaccāna menjadi pengurai utama bagi para bhikkhu.
Mahākaccāna dan Satu Malam yang Baik

Mahākaccānabhaddekaratta Sutta memperlihatkan Mahākaccāna menguraikan ajaran singkat Buddha secara lebih luas.

Mahākaccāna menjadi pengurai utama bagi para bhikkhu.
Mahākaccāna menjadi pengurai utama bagi para bhikkhu.
Latar sutta berhubungan dengan suasana latihan dan dialog Dhamma di wilayah Rājagaha.
Batin melekat karena menempel pada pengalaman indra; latihan mengajarkan cara melihatnya dengan bebas.
Bhikkhu Samiddhi didatangi sesosok dewa yang menanyakan apakah ia mengetahui ajaran 'Satu Malam yang Baik'. Karena belum mengetahuinya, Samiddhi menemui Buddha dan menerima syair ringkas tentang masa lalu, masa depan dan keadaan sekarang. Buddha pergi tanpa uraian panjang, sehingga para bhikkhu meminta Mahākaccāna menjelaskan maksudnya. Mahākaccāna membedah ajaran melalui enam indra dan objeknya, menunjukkan bagaimana batin melekat pada pengalaman dalam tiga waktu. Ketika penjelasan itu dilaporkan kembali, Buddha membenarkan uraian Mahākaccāna.
mn133:5.1 “Don’t run back to the past,
mn133:5.2 don’t anticipate the future.
mn133:5.3 What’s past is left behind,
mn133:5.4 the future has not arrived;
mn133:5.5 and any present phenomenon
mn133:5.6 you clearly discern in every case.
mn133:5.7 The unfaltering, the unshakable:
mn133:5.8 having known that, foster it.
mn133:5.9 Today’s the day to keenly work—
mn133:5.10 who knows, tomorrow may bring death!
mn133:5.11 For there is no bargain to be struck
mn133:5.12 with Death and his mighty horde.
mn133:5.13 One who keenly meditates like this,
mn133:5.14 tireless all night and day:
mn133:5.15 that’s who has one fine night—
mn133:5.16 so declares the peaceful sage.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.