
Buddha
Ānanda tampil sebagai pengingat ajaran, sementara Buddha menegaskan kebenaran penjelasannya.
Ānandabhaddekarattasutta

Ānandabhaddekaratta Sutta menampilkan Ānanda yang menjelaskan ajaran tentang satu malam yang baik.

Ānanda tampil sebagai pengingat ajaran, sementara Buddha menegaskan kebenaran penjelasannya.

Ānanda tampil sebagai pengingat ajaran, sementara Buddha menegaskan kebenaran penjelasannya.
Latar sutta berada di lingkungan pembabaran Dhamma.
Ajaran yang benar dapat diteruskan dengan setia bila dipahami dan dijelaskan dengan jernih.
Di Hutan Jeta, Ānanda sedang mengajar para bhikkhu tentang 'Satu Malam yang Baik'. Buddha datang ke aula dan, setelah mengetahui Ānanda yang baru mengajar, memintanya mengulangi uraian tersebut. Ānanda membabarkan syair tentang tidak mengejar masa lalu, tidak berharap pada masa depan dan memahami keadaan sekarang, lalu menjelaskannya melalui lima kelompok pengalaman. Setelah mendengar seluruh uraian, Buddha memuji Ānanda dan menyatakan bahwa para bhikkhu patut mengingatnya sebagai seorang yang mampu menjelaskan ajaran ringkas itu secara terperinci.
mn132:3.1 “I was doing so in this way, sir,” replied Ānanda.
mn132:3.2 “Don’t run back to the past,
mn132:3.3 don’t anticipate the future.
mn132:3.4 What’s past is left behind,
mn132:3.5 the future has not arrived;
mn132:3.6 and any present phenomenon
mn132:3.7 you clearly discern in every case.
mn132:3.8 The unfaltering, the unshakable:
mn132:3.9 having known that, foster it.
mn132:3.10 Today’s the day to keenly work—
mn132:3.11 who knows, tomorrow may bring death!
mn132:3.12 For there is no bargain to be struck
mn132:3.13 with Death and his mighty horde.
mn132:3.14 One who keenly meditates like this,
mn132:3.15 tireless all night and day:
mn132:3.16 that’s who has one fine night—
mn132:3.17 so declares the peaceful sage.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.