
Buddha
Buddha mengajarkan kisah tentang Raja Yama sebagai gambaran pemeriksaan moral setelah kematian.
Khotbah tentang Utusan Para Dewa

Devadūta Sutta memakai gambaran para utusan dewa untuk mengingatkan manusia tentang usia tua, sakit, kematian, dan akibat perbuatan. Sutta ini keras, tetapi tujuannya membangunkan kesadaran.

Buddha mengajarkan kisah tentang Raja Yama sebagai gambaran pemeriksaan moral setelah kematian.
Buddha mengajarkan kisah tentang Raja Yama sebagai gambaran pemeriksaan moral setelah kematian.
Buddha mengajarkan kisah tentang Raja Yama sebagai gambaran pemeriksaan moral setelah kematian.
Pembabaran berlangsung di Sāvatthī, sementara isi sutta menggambarkan alam penderitaan sebagai akibat dari perbuatan buruk.
Tua, sakit, dan mati adalah pengingat langsung bahwa hidup perlu dijalani dengan tanggung jawab moral.
Buddha menggambarkan seorang pelaku kejahatan yang setelah meninggal dibawa menghadap Raja Yama. Yama menanyakan apakah ia tidak pernah melihat para 'utusan dewa' yang hadir sepanjang kehidupan—bayi yang lemah, orang tua renta, orang sakit, orang yang menerima hukuman atas kejahatannya, dan jenazah. Semua itu seharusnya mengingatkan bahwa dirinya sendiri tunduk pada kelahiran, usia tua, sakit, akibat perbuatan dan kematian. Karena peringatan itu diabaikan, kisah berlanjut pada gambaran berbagai penderitaan neraka, menjadikan tanda-tanda kefanaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai peringatan sebelum akibat kamma matang.
mn130:30.1 That is what the Buddha said.
mn130:30.2 Then the Holy One, the Teacher, went on to say:
mn130:30.3 “When warned by the gods’ messengers,
mn130:30.4 those sons of Manu who are negligent
mn130:30.5 sorrow for a long time
mn130:30.6 when they go to that wretched place.
mn130:30.7 When warned by the gods’ messengers,
mn130:30.8 the good and true persons here
mn130:30.9 never neglect
mn130:30.10 the teaching of the Noble One.
mn130:30.11 Seeing the danger in grasping,
mn130:30.12 the origin of birth and death,
mn130:30.13 the unattached are freed
mn130:30.14 with the ending of birth and death.
mn130:30.15 Happy, they’ve come to a safe place,
mn130:30.16 quenched in this very life.
mn130:30.17 They’ve gone beyond all enmities and fears,
mn130:30.18 and risen above all suffering.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.