‹
MN 12

Mahāsīhanādasutta

Khotbah Panjang tentang Raungan Singa

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 12

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Mahāsīhanāda Sutta muncul setelah Sunakkhatta meninggalkan Sangha dan meremehkan pencapaian spiritual Buddha di Vesālī — Buddha menjawabnya dengan menjelaskan sepuluh kekuatan seorang Tathāgata.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan sepuluh kekuatan pengetahuan dan kualitas luar biasa seorang Tathāgata.

TOKOH

Sunakkhatta

Mantan pengikut suku Licchavi yang meninggalkan ajaran Buddha dan merendahkan pencapaian spiritualnya di hadapan umum di Vesālī.

TEMPAT

Vesālī

Kota tempat Sunakkhatta menyebarkan pandangannya yang meremehkan Buddha, mendorong penjelasan tentang kekuatan seorang Tathāgata.

KONSEP

Sepuluh kekuatan Tathāgata

Buddha menjelaskan sepuluh kekuatan pengetahuan serta empat jenis keyakinan diri yang menjadikannya berhak mengaumkan auman singa di tengah himpunan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Sāriputta meminta Buddha menjelaskan kualitas luar biasa yang membuat seorang Tathāgata dapat menyatakan kedudukannya tanpa gentar di tengah berbagai kelompok manusia. Buddha kemudian menguraikan sepuluh kekuatan Tathāgata, empat jenis keberanian, pengetahuan tentang kecenderungan makhluk, jalan kehidupan, keadaan meditasi, kelahiran kembali dan pembebasan. Uraian berkembang menjadi gambaran luas tentang perjalanan makhluk melalui berbagai alam dan tentang jalan yang membawa keluar darinya. Buddha juga mengenang kerasnya praktik pertapaan yang pernah ia jalani, menunjukkan bahwa pengalaman ekstrem itu sendiri bukanlah jalan menuju pencerahan.

mn12:38.1 When I’ve comprehended the mind of a certain individual, I understand:

mn12:38.2 ‘This individual … will be reborn in the animal realm.’

mn12:38.3 Some time later I see that they have indeed been reborn in the animal realm, where they suffer painful feelings, sharp and severe.

mn12:38.4 Suppose there was a sewer deeper than a man’s height, full to the brim with feces.

mn12:38.5 Then along comes a person struggling in the oppressive heat, weary, thirsty, and parched. And they have set out on a path that meets with that same sewer.

mn12:38.6 If a person with clear eyes saw them, they’d say:

mn12:38.7 ‘This person is proceeding in such a way and is riding upon such a path that they will arrive at that very sewer.’

mn12:38.8 Some time later they see that they have indeed fallen into that sewer, where they suffer painful feelings, sharp and severe. …

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.