
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Khotbah tentang Orang Bodoh dan Orang Bijaksana

Bālapaṇḍita Sutta membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana. Dengan gambaran yang kuat, sutta ini mengingatkan bahwa pilihan hidup membentuk arah penderitaan atau kebahagiaan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar melihat konsekuensi moral dengan jelas dan tidak meremehkan akibat perbuatan.
Latar pembabaran berada di Sāvatthī, tempat banyak ajaran tentang kamma dan latihan moral disampaikan.
Kebodohan membawa penderitaan karena salah melihat akibat, sedangkan kebijaksanaan memilih jalan yang membawa keselamatan.
Buddha membandingkan orang bodoh dan orang bijaksana melalui pikiran, ucapan dan tindakan mereka. Orang bodoh sudah menuai tekanan dalam kehidupan sekarang melalui ketakutan, hukuman dan penyesalan, lalu menghadapi akibat yang lebih berat setelah kematian; Buddha menggambarkan keadaan sengsara dengan perumpamaan yang keras untuk menekankan seriusnya perbuatan buruk. Orang bijaksana menjalani arah sebaliknya dan memperoleh ketenangan serta tujuan yang baik. Bahkan kemegahan seorang raja pemutar roda dipakai hanya sebagai pembanding untuk menunjukkan betapa besar buah dari kehidupan yang diarahkan dengan kebijaksanaan.
mn129:30.1 Furthermore, when an astute person is resting on a chair or a bed or on the ground, their past good deeds—good conduct of body, speech, and mind—settle down upon them, rest down upon them, and lay down upon them.
mn129:30.2 It is like the shadow of a great mountain peak in the evening as it settles down, rests down, and lays down upon the earth.
mn129:30.3 In the same way, when an astute person is resting on a chair or a bed or on the ground, their past good deeds—good conduct of body, speech, and mind—settle down upon them, rest down upon them, and lay down upon them.
mn129:30.4 Then that astute person thinks,
mn129:30.5 ‘Well, I haven’t done bad things, violence and sin.
mn129:30.6 And I have done good and skillful deeds that keep me safe.
mn129:30.7 When I pass away, I’ll go to the place where people who’ve done such things go.’
mn129:30.8 So they don’t sorrow and wail and lament, beating their breast and falling into confusion.
mn129:30.9 This is the third kind of pleasure and happiness that an astute person experiences in this very life.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.