‹
MN 126

Bhūmijasutta

Khotbah kepada Bhūmija

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 126, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 126

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Bhūmija Sutta membahas apakah keinginan saja cukup untuk mencapai hasil latihan. Jawabannya jelas: hasil muncul dari sebab yang tepat, bukan dari harapan kosong.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Bhūmija menjadi perantara percakapan, Jayasena bertanya, dan Buddha memberi penjelasan yang menegaskan hukum sebab-akibat.

TOKOH

Bhūmija

Bhūmija menjadi perantara percakapan, Jayasena bertanya, dan Buddha memberi penjelasan yang menegaskan hukum sebab-akibat.

TOKOH

Jayasena

Bhūmija menjadi perantara percakapan, Jayasena bertanya, dan Buddha memberi penjelasan yang menegaskan hukum sebab-akibat.

TEMPAT

Rājagaha

Latar sutta berada di Rājagaha, dalam suasana dialog antara dunia istana dan komunitas latihan.

GAGASAN

Hasil lahir dari jalan yang benar

Keinginan baik tidak cukup bila tidak disertai sebab, latihan, dan arah yang sesuai.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Bhūmija ditanya apakah kehidupan suci berbuah bila dijalankan dengan harapan, tanpa harapan, dengan harapan sekaligus tanpa harapan, atau bukan keduanya. Ketika ia membawa persoalan itu kepada Buddha, jawabannya mengubah titik perhatian: yang menentukan bukan sekadar ada atau tidaknya keinginan, melainkan apakah jalan yang ditempuh benar. Buddha memakai perumpamaan seperti mencari minyak dari pasir atau susu dari tanduk sapi untuk menunjukkan bahwa sebab yang keliru tidak menghasilkan tujuan yang diinginkan. Sebaliknya, bila kondisi dan praktiknya tepat, hasil dapat muncul sebagaimana minyak diperoleh dari bahan yang memang mengandung minyak.

mn126:19.1 Sace kho taṁ, bhūmija, jayasenassa rājakumārassa imā catasso upamā paṭibhāyeyyuṁ anacchariyaṁ te jayaseno rājakumāro pasīdeyya, pasanno ca te pasannākāraṁ kareyyā”ti.

mn126:19.2 “Kuto pana maṁ, bhante, jayasenassa rājakumārassa imā catasso upamā paṭibhāyissanti anacchariyā pubbe assutapubbā, seyyathāpi bhagavantan”ti?

mn126:19.4 Attamano āyasmā bhūmijo bhagavato bhāsitaṁ abhinandīti.

mn126:19.5 Bhūmijasuttaṁ niṭṭhitaṁ chaṭṭhaṁ.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.