
Buddha
Pangeran Jayasena berbicara dengan samanera Aciravata, lalu Buddha menjelaskan makna latihan melalui perumpamaan yang kuat.
Khotbah tentang Tingkat Orang yang Terlatih

Dantabhūmi Sutta memakai perumpamaan penjinakan gajah untuk menjelaskan latihan batin. Seperti gajah liar yang dilatih bertahap, batin juga memerlukan bimbingan, disiplin, dan kesabaran.

Pangeran Jayasena berbicara dengan samanera Aciravata, lalu Buddha menjelaskan makna latihan melalui perumpamaan yang kuat.
Pangeran Jayasena berbicara dengan samanera Aciravata, lalu Buddha menjelaskan makna latihan melalui perumpamaan yang kuat.
Pangeran Jayasena berbicara dengan samanera Aciravata, lalu Buddha menjelaskan makna latihan melalui perumpamaan yang kuat.
Sutta ini berlatar di wilayah Rājagaha, tempat percakapan tentang latihan dan disiplin berlangsung.
Batin tidak ditundukkan dengan paksaan, tetapi dilatih melalui tahapan yang sabar, jelas, dan terus-menerus.
Pangeran Jayasena berbicara dengan samanera Aciravata tentang kemungkinan seorang bhikkhu mencapai keterpusatan batin, tetapi sulit mempercayai jawabannya. Setelah percakapan itu dilaporkan, Buddha menjelaskan bahwa orang yang masih terbenam dalam kenikmatan indria sulit memahami pengalaman yang lahir dari pelepasan. Beliau memakai gambaran orang di kaki gunung yang tidak melihat apa yang terlihat dari puncak, lalu membandingkan latihan seorang bhikkhu dengan penjinakan gajah liar: kebiasaan lama tidak hilang sekaligus, tetapi dilatih bertahap melalui disiplin, penjagaan indra, perhatian dan meditasi sampai batin menjadi jinak.
mn125:29.1 When their mind has become immersed in samādhi like this—purified, bright, flawless, rid of corruptions, pliable, workable, steady, and imperturbable—they extend it toward knowledge of the ending of defilements.
mn125:29.2 They truly understand: ‘This is suffering’ … ‘This is the origin of suffering’ … ‘This is the cessation of suffering’ … ‘This is the practice that leads to the cessation of suffering’.
mn125:29.3 They truly understand: ‘These are defilements’ … ‘This is the origin of defilements’ … ‘This is the cessation of defilements’ … ‘This is the practice that leads to the cessation of defilements’.
mn125:29.4 Knowing and seeing like this, their mind is freed from the defilements of sensuality, desire to be reborn, and ignorance.
mn125:29.5 When they’re freed, they know they’re freed.
mn125:29.6 They understand: ‘Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.