
Bakkula
Tokoh utama adalah Bhikkhu Bakkula, yang berbicara dengan seorang petapa bernama Kassapa tentang kehidupan latihannya.
Khotbah tentang Bakkula

Bakkula Sutta menampilkan kehidupan Bhikkhu Bakkula yang dikenal sederhana, sehat, dan teguh dalam latihan. Sutta ini memperlihatkan kekuatan disiplin yang tenang dan tidak banyak bicara.

Tokoh utama adalah Bhikkhu Bakkula, yang berbicara dengan seorang petapa bernama Kassapa tentang kehidupan latihannya.
Tokoh utama adalah Bhikkhu Bakkula, yang berbicara dengan seorang petapa bernama Kassapa tentang kehidupan latihannya.
Latar sutta berada di sekitar Rājagaha, salah satu pusat penting kehidupan awal Saṅgha.
Kekuatan latihan tidak selalu tampak dramatis; kadang ia terlihat dalam hidup sederhana, bersih, dan konsisten.
Pengembara telanjang Kassapa menemui sahabat lamanya, Bhikkhu Bakkula, dan bertanya berapa lama ia telah menjalani kehidupan suci. Jawaban delapan puluh tahun membuka kesaksian panjang tentang kehidupan Bakkula yang luar biasa sederhana, sehat dan tidak membebani orang lain. Kassapa begitu terkesan sehingga meminta penahbisan dan kemudian mencapai tujuan latihan. Menjelang wafat, Bakkula tetap mempertahankan watak tidak merepotkan komunitas; kisah hidupnya ditutup dengan cara yang sejalan dengan kesederhanaan yang baru saja ia ceritakan.
Āyasmā bākulo majjhe bhikkhusaṅghassa nisinnakova parinibbāyi.
Dan Yang Mulia Bakkula mencapai parinibbāna tepat saat duduk di tengah-tengah Saṅgha.
“Yampāyasmā bākulo majjhe bhikkhusaṅghassa nisinnakova parinibbāyi, idampi mayaṁ āyasmato bākulassa acchariyaṁ abbhutadhammaṁ dhāremā”ti.
“Bahwa Yang Mulia Bakkula mencapai parinibbāna tepat saat duduk di tengah-tengah Saṅgha—ini pun kami ingat sebagai kualitas menakjubkan dan luar biasa dari Yang Mulia Bakkula.”
Bākulasuttaṁ niṭṭhitaṁ catutthaṁ.
Selesailah Sutta Bakkula, yang keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.