‹
MN 124

Bākulasutta

Khotbah tentang Bakkula

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 124, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 124

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Bakkula Sutta menampilkan kehidupan Bhikkhu Bakkula yang dikenal sederhana, sehat, dan teguh dalam latihan. Sutta ini memperlihatkan kekuatan disiplin yang tenang dan tidak banyak bicara.

Potret Bakkula
TOKOH

Bakkula

Tokoh utama adalah Bhikkhu Bakkula, yang berbicara dengan seorang petapa bernama Kassapa tentang kehidupan latihannya.

TOKOH

Kassapa telanjang

Tokoh utama adalah Bhikkhu Bakkula, yang berbicara dengan seorang petapa bernama Kassapa tentang kehidupan latihannya.

TEMPAT

Rājagaha

Latar sutta berada di sekitar Rājagaha, salah satu pusat penting kehidupan awal Saṅgha.

GAGASAN

Disiplin yang sunyi

Kekuatan latihan tidak selalu tampak dramatis; kadang ia terlihat dalam hidup sederhana, bersih, dan konsisten.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Pengembara telanjang Kassapa menemui sahabat lamanya, Bhikkhu Bakkula, dan bertanya berapa lama ia telah menjalani kehidupan suci. Jawaban delapan puluh tahun membuka kesaksian panjang tentang kehidupan Bakkula yang luar biasa sederhana, sehat dan tidak membebani orang lain. Kassapa begitu terkesan sehingga meminta penahbisan dan kemudian mencapai tujuan latihan. Menjelang wafat, Bakkula tetap mempertahankan watak tidak merepotkan komunitas; kisah hidupnya ditutup dengan cara yang sejalan dengan kesederhanaan yang baru saja ia ceritakan.

mn124:39.1 “Reverend Bakkula, may I receive the going forth, the ordination in this teaching and training?”

mn124:39.2 And the naked ascetic Kassapa received the going forth, the ordination in this teaching and training.

mn124:39.3 Not long after his ordination, Venerable Kassapa, living alone, withdrawn, diligent, keen, and resolute, soon realized the supreme culmination of the spiritual path in this very life. He lived having achieved with his own insight the goal for which gentlemen rightly go forth from the lay life to homelessness.

mn124:39.4 He understood: “Rebirth is ended; the spiritual journey has been completed; what had to be done has been done; there is nothing further for this place.”

mn124:39.5 And Venerable Kassapa became one of the perfected.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.