
Buddha
Ānanda menjadi penyampai kisah, sementara Buddha mengonfirmasi kedalaman makna dari hal-hal yang diceritakan.
Sutta tentang Hal yang Menakjubkan dan Mengagumkan

Acchariyaabbhuta Sutta berisi kisah tentang hal-hal menakjubkan dan luar biasa seputar kehidupan Buddha. Sutta ini terasa seperti pengingat akan kedalaman makna kelahiran dan kehidupan seorang Buddha.

Ānanda menjadi penyampai kisah, sementara Buddha mengonfirmasi kedalaman makna dari hal-hal yang diceritakan.

Ānanda menjadi penyampai kisah, sementara Buddha mengonfirmasi kedalaman makna dari hal-hal yang diceritakan.
Latar pembabaran berada di Jetavana, tempat banyak ajaran penting disampaikan kepada para bhikkhu.
Sutta ini mengajak pembaca melihat kehidupan Buddha bukan sekadar biografi, tetapi sebagai tanda kemunculan kebijaksanaan besar di dunia.
Ānanda menguraikan kepada para bhikkhu berbagai hal menakjubkan yang menyertai kehidupan Bodhisatta menjelang kelahiran terakhirnya: turun dari surga Tusita dengan penuh kesadaran, memasuki kandungan ibunya, dijaga para dewa, serta berbagai keadaan luar biasa selama kehamilan dan kelahiran. Kisah bergerak melalui tanda-tanda yang menyertai kelahiran Bodhisatta dan kualitas istimewa yang dikenang Ānanda. Buddha membenarkan uraian itu lalu menambahkan satu kualitas yang juga menakjubkan: Tathāgata mengetahui perasaan, persepsi dan pikiran ketika muncul, berlangsung dan lenyap.
mn123:2.1 Then after the meal, on return from almsround, several mendicants sat together in the assembly hall and this discussion came up among them:
mn123:2.2 “It’s incredible, reverends, it’s amazing! The Realized One has such psychic power and might!
mn123:2.3 For he is able to know the Buddhas of the past who have become completely quenched, cut off proliferation, cut off the course, finished off the cycle, and passed beyond all suffering:
mn123:2.4 ‘Such is the birth, names, clans, conduct, teachings, wisdom, meditation, and freedom of those Blessed Ones.’
mn123:2.5 When they said this, Venerable Ānanda said,
mn123:2.6 “The Realized Ones are incredible, reverends, and they have incredible qualities.
mn123:2.7 They’re amazing, and they have amazing qualities.”
mn123:2.8 But this conversation among those mendicants was left unfinished.
mn123:2.9 Then in the late afternoon, the Buddha came out of retreat, went to the assembly hall, sat down on the seat spread out,
mn123:2.10 and addressed the mendicants:
mn123:2.11 “Mendicants, what were you sitting talking about just now? What conversation was left unfinished?”
mn123:2.12 So the mendicants told him what they had been talking about. The Buddha said,
mn123:2.19 “Well then, Ānanda, say some more about the incredible and amazing qualities of the Realized One.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.