
Buddha
Ānanda bertanya dan menerima penjelasan langsung dari Buddha tentang praktik kekosongan.
Cūḷasuññatasutta

Cūḷasuññata Sutta membahas kekosongan sebagai cara melihat pengalaman dengan lebih lapang. Ajaran ini membantu pembaca memahami bagaimana batin dapat bebas dari keramaian batin yang tidak perlu.

Ānanda bertanya dan menerima penjelasan langsung dari Buddha tentang praktik kekosongan.

Ānanda bertanya dan menerima penjelasan langsung dari Buddha tentang praktik kekosongan.
Latar sutta berada di Pubbārāma, salah satu tempat penting pembabaran Dhamma di Sāvatthī.
Kekosongan bukan kehampaan dingin, melainkan cara melihat yang membebaskan batin dari beban yang tidak perlu.
Ānanda mengingat bahwa Buddha sering berdiam dalam kekosongan dan meminta penjelasan. Buddha lalu menunjukkan latihan yang bergerak bertahap: tidak memperhatikan persepsi desa dan manusia, lalu berdiam pada hutan; dari sana perhatian dimurnikan menuju persepsi tanah, ruang tanpa batas, kesadaran tanpa batas, ketiadaan, bukan-persepsi-juga-bukan-tanpa-persepsi, hingga konsentrasi tanpa tanda. Pada setiap tahap praktisi melihat dengan jujur gangguan apa yang sudah tidak hadir dan apa yang masih tersisa. Uraian berakhir ketika bahkan gangguan yang paling halus ditinggalkan dan pembebasan diketahui secara langsung.
mn121:13.1 Yepi hi keci, ānanda, atītamaddhānaṁ samaṇā vā brāhmaṇā vā parisuddhaṁ paramānuttaraṁ suññataṁ upasampajja vihariṁsu, sabbe te imaṁyeva parisuddhaṁ paramānuttaraṁ suññataṁ upasampajja vihariṁsu.
mn121:13.2 Yepi hi keci, ānanda, anāgatamaddhānaṁ samaṇā vā brāhmaṇā vā parisuddhaṁ paramānuttaraṁ suññataṁ upasampajja viharissanti, sabbe te imaṁyeva parisuddhaṁ paramānuttaraṁ suññataṁ upasampajja viharissanti.
mn121:13.3 Yepi hi keci, ānanda, etarahi samaṇā vā brāhmaṇā vā parisuddhaṁ paramānuttaraṁ suññataṁ upasampajja viharanti, sabbe te imaṁyeva parisuddhaṁ paramānuttaraṁ suññataṁ upasampajja viharanti.
mn121:13.4 Tasmātiha, ānanda, ‘parisuddhaṁ paramānuttaraṁ suññataṁ upasampajja viharissāmā’ti—
mn121:13.5 evañhi vo, ānanda, sikkhitabban”ti.
mn121:13.6 Idamavoca bhagavā.
mn121:13.7 Attamano āyasmā ānando bhagavato bhāsitaṁ abhinandīti.
mn121:13.8 Cūḷasuññatasuttaṁ niṭṭhitaṁ paṭhamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.